News
Rahman Abdullah

Sayembara Surat Santri untuk Presiden 2026, Cek Aturan dan Batas Pengiriman Karya

Sayembara Surat Santri untuk Presiden 2026, Cek Aturan dan Batas Pengiriman Karya

04 Oktober 2026 | 18:41

Keboncinta.com-- Santri dari berbagai daerah di Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi dalam sayembara “Surat Santri untuk Presiden” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Melalui sayembara ini, santri diberikan ruang untuk menuangkan pemikiran, kegelisahan, aspirasi, maupun harapan mereka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Meski demikian, calon peserta perlu mencermati aturan yang telah ditetapkan panitia. Ketentuan tidak hanya berkaitan dengan tema, tetapi juga mencakup jumlah kata, bentuk naskah, keaslian karya, hingga berkas yang wajib dikirimkan.

Pengumpulan karya dibuka hingga batas akhir pada 2 Oktober 2026.

Panjang Surat Maksimal 700 Kata

Peserta perlu memperhatikan jumlah kata ketika menyusun surat. Panjang naskah yang diperbolehkan paling banyak 700 kata.

Selain batas jumlah kata, surat juga tidak boleh dituangkan lebih dari dua halaman berukuran A4. Ketentuan ini membuat peserta perlu mengemas gagasan secara padat sehingga pesan yang ingin disampaikan tetap jelas dan mudah dipahami.

Naskah Harus Ditulis dengan Tangan

Sayembara ini memiliki ketentuan khusus mengenai bentuk karya. Surat tidak dibuat menggunakan komputer atau aplikasi pengolah kata, melainkan wajib ditulis secara manual oleh peserta.

Santri dapat menggunakan pulpen berwarna hitam atau biru ketika menulis surat. Setelah naskah selesai, karya tersebut harus dipindai dan diubah menjadi file PDF untuk kemudian dikirimkan kepada panitia.

Peserta Bisa Memilih Satu dari Tiga Tema

Dalam menyusun surat, santri harus memilih salah satu tema yang telah ditentukan penyelenggara.

Tiga pilihan tersebut meliputi aspirasi di bidang pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan mengenai kesejahteraan rakyat.

Peserta dapat menggunakan tema yang dipilih untuk mengangkat persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar. Surat juga dapat berisi pandangan, gagasan, maupun harapan santri terhadap kondisi bangsa dan masa depan Indonesia.

Karya Wajib Orisinal

Keaslian tulisan menjadi salah satu ketentuan yang harus diperhatikan peserta. Surat yang dikirim harus merupakan hasil pemikiran dan karya sendiri, bukan salinan atau hasil plagiasi.

Selain itu, naskah tersebut tidak boleh merupakan karya yang sebelumnya telah diikutsertakan dalam kompetisi lain dan pernah meraih juara.

Karena itu, sebelum mengirimkan naskah, peserta perlu memastikan bahwa surat benar-benar memenuhi ketentuan orisinalitas yang ditetapkan panitia.

Pengiriman Dilakukan Melalui Email

Setelah naskah selesai dan dipindai dalam format PDF, peserta dapat mengirimkan karya secara daring melalui alamat email harisantri2026@kemenag.go.id.

Dalam pengiriman tersebut, terdapat sejumlah informasi yang perlu disertakan. Peserta harus mencantumkan data diri, identitas pesantren, serta nomor WhatsApp peserta atau guru maupun pembina santri.

Peserta juga perlu menyampaikan tema yang dipilih, melampirkan surat dalam format PDF, dan menyertakan pernyataan bahwa karya yang dikirim merupakan tulisan asli.

Seluruh berkas dan informasi tersebut harus dikirim paling lambat 2 Oktober 2026.

Jangan Menunggu Sampai Hari Terakhir

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said berharap sayembara tersebut dapat menjadi kesempatan bagi santri untuk menyampaikan pemikiran secara lebih terbuka.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperlihatkan cara santri memahami perubahan zaman, membaca berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, sekaligus merumuskan harapan dan gagasan bagi bangsa.

Dengan demikian, “Surat Santri untuk Presiden” tidak sekadar menjadi ajang perlombaan menulis. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi wadah bagi santri untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai pendidikan, lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta arah masa depan Indonesia.

Bagi santri yang berminat, persiapan sebaiknya dilakukan sebelum mendekati tenggat waktu. Dengan begitu, naskah dapat diperiksa kembali dari sisi tema, jumlah kata, keaslian, kelengkapan dokumen, hingga format pengiriman.***

Tags:
Santri sayembara kemenag

Komentar Pengguna