Keboncinta.com-- Awalnya hanya ingin melihat satu dua konten. Membuka TikTok atau Instagram sekadar untuk mengisi waktu luang. Namun tanpa terasa, satu video berganti ke video lain, satu unggahan disusul oleh puluhan lainnya. Waktu berjalan, layar tetap menyala, dan pikiran… justru semakin ramai. Fenomena ini mungkin terasa akrab bagi banyak orang, terutama anak muda. Aktivitas yang terlihat sederhana scroll tanpa henti ternyata bisa memicu sesuatu yang lebih kompleks: overthinking.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Salah satu penyebabnya adalah banjir informasi. Dalam satu sesi scroll, kita bisa melihat berbagai hal sekaligus: pencapaian orang lain, berita yang mengkhawatirkan, opini yang saling bertentangan, hingga standar hidup yang terasa “terlalu tinggi”. Tanpa disadari, otak kita mencoba memproses semuanya dalam waktu singkat.
Akibatnya, pikiran menjadi penuh.
Kondisi ini berkaitan dengan cognitive overload ketika otak menerima terlalu banyak informasi hingga kesulitan memprosesnya secara efektif. Alih-alih merasa terhibur, kita justru merasa lelah secara mental. Selain itu, ada juga faktor perbandingan sosial. Melihat kehidupan orang lain yang tampak “lebih baik” bisa memicu pertanyaan dalam diri: “Kenapa aku belum sampai di sana?” atau “Apa yang salah dengan hidupku?” Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali berulang, memicu overthinking yang tidak berhenti. Yang membuat situasi ini semakin sulit adalah sifat media sosial itu sendiri. Konten dirancang untuk terus menarik perhatian. Tidak ada titik berhenti yang jelas, sehingga kita terus terdorong untuk melihat lebih banyak.
Padahal, semakin lama kita scroll, semakin banyak pula informasi yang masuk dan semakin besar kemungkinan pikiran menjadi penuh.
Lalu, bagaimana mengatasinya?
Langkah pertama adalah menyadari kebiasaan tersebut. Banyak orang tidak sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scroll. Dengan menyadari, kita bisa mulai mengontrol. Memberi batas waktu juga bisa membantu. Tidak harus langsung drastis, cukup dengan mengurangi durasi sedikit demi sedikit. Selain itu, mengganti waktu scroll dengan aktivitas lain seperti membaca, berjalan santai, atau sekadar beristirahat bisa memberi ruang bagi pikiran untuk “bernapas”. Yang tidak kalah penting, belajar menyaring konten. Tidak semua yang muncul di layar perlu diperhatikan. Memilih konten yang lebih positif dan relevan dapat mengurangi beban mental.