Sains
Rahman Abdullah

Seberapa Tua Bulan? Penelitian Terbaru Ungkap Usianya Lebih dari Perkiraan

Seberapa Tua Bulan? Penelitian Terbaru Ungkap Usianya Lebih dari Perkiraan

01 Oktober 2026 | 20:13

Keboncinta.com-- Perkiraan mengenai usia Bulan kembali mengalami perubahan. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa satelit alami Bumi tersebut kemungkinan terbentuk jauh lebih awal dibandingkan angka yang selama ini digunakan para ilmuwan.

Berdasarkan analisis terhadap kristal berukuran sangat kecil yang terdapat dalam batuan Bulan, para peneliti memperkirakan Bulan telah ada setidaknya sejak 4,46 miliar tahun lalu. Temuan ini membuat perkiraan usia Bulan mundur sekitar 40 juta tahun.

Kristal yang menjadi petunjuk penting tersebut berasal dari sampel batuan Bulan yang dibawa ke Bumi oleh astronaut dalam misi Apollo pada 1972. Para ilmuwan kemudian melakukan pemeriksaan dengan teknologi beresolusi sangat tinggi untuk mengungkap usia material tersebut.

Sampel Apollo Membuka Petunjuk tentang Usia Bulan

Penelitian yang dipublikasikan di Geochemical Perspectives Letters menggunakan material Bulan yang telah lama tersimpan di Bumi. Sampel tersebut kembali dianalisis dengan pendekatan teknologi modern untuk mendapatkan informasi yang sebelumnya sulit diketahui.

Studi ini dipimpin Philipp Heck, Kurator Robert A. Pritzker untuk Studi Meteoritika dan Kutub di Field Museum, bersama Jennika Greer dari University of Glasgow. Penelitian tersebut juga melibatkan Bidong Zhang dan Audrey Bouvier.

Para ilmuwan menaruh perhatian pada kristal-kristal berukuran sangat kecil yang terdapat dalam debu Bulan. Meskipun ukurannya amat kecil, material tersebut menyimpan rekam jejak penting mengenai proses pembentukan Bulan miliaran tahun silam.

Untuk membacanya, peneliti harus melakukan analisis hingga skala nano. Dari pemeriksaan tersebut, mereka memperoleh petunjuk mengenai kapan kristal mulai terbentuk dan, pada akhirnya, kapan Bulan setidaknya sudah berada dalam kondisi tertentu setelah proses pembentukannya.

Bulan Terbentuk dari Peristiwa Tabrakan Besar

Salah satu penjelasan ilmiah yang banyak digunakan mengenai asal-usul Bulan adalah teori tumbukan raksasa. Teori ini menyebutkan bahwa Bulan terbentuk setelah Bumi purba bertabrakan dengan benda langit berukuran kira-kira sebanding dengan Mars.

Benturan tersebut menghasilkan energi luar biasa besar yang membuat sebagian material mengalami pelelehan. Sisa material dari peristiwa itu kemudian membentuk cikal bakal Bulan yang pada awalnya berada dalam keadaan sangat panas.

Dalam tahap berikutnya, material tersebut mengalami pendinginan. Ketika suhu mulai turun, berbagai mineral dan kristal terbentuk di dalam material Bulan.

Salah satu kristal yang menarik perhatian peneliti adalah zirkon. Karena kristal ini terbentuk ketika material Bulan mengalami proses pendinginan, usianya dapat menjadi petunjuk untuk menentukan batas minimum usia Bulan.

Teknologi Atom Membaca Rekam Jejak Kristal

Untuk mengungkap informasi yang tersimpan dalam kristal zirkon, peneliti menggunakan metode atom probe tomography. Teknik ini memungkinkan ilmuwan mempelajari material dengan melihat susunan atomnya secara sangat rinci.

Dalam prosesnya, bagian kecil dari sampel dipersiapkan hingga memiliki bentuk yang sangat runcing. Setelah itu, laser ultraviolet digunakan untuk membantu melepaskan atom dari permukaan material.

Atom-atom yang terlepas kemudian dianalisis menggunakan spektrometer massa. Dari proses tersebut, peneliti dapat mengetahui jenis serta karakteristik atom yang terdapat di dalam kristal.

Pendekatan ini memungkinkan ilmuwan melihat jejak peluruhan radioaktif yang terjadi selama miliaran tahun. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk memperkirakan usia kristal dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

Peluruhan Uranium-Timbal Menentukan Usia Kristal

Salah satu kunci dalam penelitian tersebut adalah hubungan antara isotop uranium dan timbal. Uranium mengalami peluruhan radioaktif secara bertahap dan menghasilkan timbal. Karena proses tersebut berlangsung dengan pola yang dapat dihitung, perbandingan kedua unsur dapat digunakan sebagai semacam jam alami.

Dengan mengukur komposisi isotop dalam kristal zirkon, peneliti dapat memperkirakan berapa lama proses peluruhan tersebut telah berlangsung.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kristal tersebut berusia sekitar 4,46 miliar tahun. Angka ini menjadi petunjuk bahwa Bulan setidaknya sudah terbentuk pada masa tersebut.

Dengan demikian, penelitian terbaru memberikan alasan kuat untuk meninjau kembali perkiraan usia Bulan yang sebelumnya digunakan.

Tags:
Sains ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna