Pendidikan
Rahman Abdullah

Sering Dianggap Tukang Hukum Siswa, Guru BK Ternyata Punya Tugas Lebih Luas

Sering Dianggap Tukang Hukum Siswa, Guru BK Ternyata Punya Tugas Lebih Luas

28 Oktober 2026 | 18:26

Peserta didik sering kali membutuhkan arahan ketika harus memilih jurusan, menentukan jalur pendidikan lanjutan, atau mengenali bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Melalui layanan informasi, konsultasi, dan bimbingan karier, guru BK dapat membantu siswa memahami pilihan yang tersedia serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan.

Pendampingan ini penting agar siswa tidak hanya memilih berdasarkan tekanan lingkungan atau mengikuti keputusan teman. Mereka dapat belajar mengenali potensi diri, menyusun tujuan, dan membuat rencana yang realistis.

Guru BK bukan pihak yang menentukan masa depan siswa, melainkan pendamping yang membantu mereka mengambil keputusan secara lebih matang dan bertanggung jawab.

5. Memperkuat Profesionalisme dan Penghargaan terhadap Guru BK

Penguatan identitas guru BK tidak cukup dilakukan dengan mengubah sebutan atau persepsi masyarakat. Sekolah juga perlu memberikan dukungan nyata agar layanan konseling dapat berjalan sesuai tujuan.

Dukungan tersebut dapat berupa pembagian tugas yang jelas, kesempatan mengikuti pelatihan, ketersediaan sarana konseling yang memadai, serta waktu yang cukup untuk memberikan layanan kepada siswa.

Guru BK juga perlu dilibatkan dalam perencanaan program sekolah yang berkaitan dengan perkembangan peserta didik, pencegahan perundungan, kedisiplinan, dan kesejahteraan siswa.

Apabila guru BK terus dibebani pekerjaan yang tidak berkaitan langsung dengan kompetensinya, waktu untuk melakukan asesmen kebutuhan, konseling, dan evaluasi layanan dapat berkurang.

Pengakuan terhadap profesionalisme guru BK diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan siswa.

Perlu Kerja Sama Seluruh Warga Sekolah

Membangun citra guru BK sebagai konselor bukan hanya menjadi tanggung jawab guru BK sendiri. Kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dan siswa juga memiliki peran dalam menciptakan pemahaman yang lebih tepat.

Sekolah dapat mengenalkan fungsi layanan BK melalui kegiatan sosialisasi, program pengembangan diri, serta komunikasi yang terbuka dengan orang tua. Siswa perlu mengetahui bahwa mereka dapat berkonsultasi bukan hanya ketika menghadapi masalah, tetapi juga ketika ingin berkembang dan merencanakan masa depan.

Di sisi lain, guru BK tetap memiliki peran dalam membantu sekolah menangani persoalan kedisiplinan. Namun, pendekatan yang digunakan sebaiknya mendidik, mempertimbangkan penyebab perilaku, dan membantu siswa memperbaiki diri, bukan sekadar memberikan hukuman.

Keseimbangan antara pembinaan, pencegahan, dan konseling akan membuat layanan BK lebih bermakna bagi seluruh warga sekolah.

Baca Juga: Contoh RPP Al-Qur’an Hadis Kelas 10 Semester 1, Panduan Guru Menyusun Pembelajaran di MA 

Guru BK bukan sekadar penjaga tata tertib, melainkan tenaga pendidik yang berperan mendampingi perkembangan akademik, sosial, pribadi, dan karier siswa. Penguatan identitas mereka sebagai konselor dapat membantu mengurangi stigma bahwa ruang BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah.

Dengan membangun hubungan yang saling percaya, memberikan layanan profesional, dan menjalin kerja sama dengan seluruh warga sekolah, guru BK dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan peserta didik.

Sudah saatnya guru BK dipandang sebagai mitra siswa dalam bertumbuh, bukan sosok yang harus dihindari. Ketika siswa merasa nyaman untuk mencari bantuan, sekolah memiliki peluang lebih besar untuk mendampingi mereka menghadapi tantangan dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Peran guru BK Tugas guru BK Bimbingan konseling sekolah

Komentar Pengguna