Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Makan Kerang Hijau? Kenali 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Sering Makan Kerang Hijau? Kenali 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

07 November 2026 | 12:47

KebonCinta.com-- Kerang hijau menjadi salah satu hidangan laut yang digemari masyarakat Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya khas, dan harganya relatif terjangkau sehingga mudah ditemukan dalam berbagai menu, mulai dari kerang rebus hingga kerang saus pedas.

Di balik kelezatannya, ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kerang hijau. Hewan laut ini memperoleh makanan dengan menyaring air di sekitarnya. Proses tersebut membuat kerang berpotensi mengakumulasi bakteri, virus, racun alami laut, dan bahan pencemar apabila hidup di perairan yang terkontaminasi.

Artinya, risiko kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kerang yang dimakan, tetapi juga asal kerang, kondisi perairan, penanganan, dan cara memasaknya.

Baca Juga: Sudah Rajin Belajar tetapi Nilai Masih Rendah? Coba 3 Teknik Ini agar Lebih Efektif 

1. Risiko Paparan Logam Berat dari Kerang Hijau

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya logam berat, seperti timbal, kadmium, dan merkuri, pada kerang yang berasal dari perairan tercemar.

Bahan pencemar tersebut dapat masuk ke lingkungan laut melalui berbagai aktivitas manusia, termasuk kegiatan industri dan pembuangan limbah. Kerang yang menyaring air berpotensi mengakumulasi sebagian kontaminan tersebut di dalam tubuhnya.

Penelitian mengenai kerang hijau dari Cilincing dan Kamal Muara di Teluk Jakarta yang diterbitkan pada 2023 menemukan bahwa paparan kadmium berpotensi menimbulkan risiko kesehatan pada pola konsumsi tertentu, meskipun kadar logam yang diteliti masih berada di bawah sejumlah batas maksimum internasional. Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian keamanan pangan tidak cukup hanya dengan melihat apakah kadar pencemar berada di bawah ambang batas tertentu. 

Paparan logam berat dalam jumlah berlebihan dan dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi organ, termasuk ginjal, serta menimbulkan dampak kesehatan lainnya bergantung pada jenis logam dan tingkat paparannya.

Karena itu, konsumen sebaiknya memilih kerang dari pemasok tepercaya yang memperhatikan keamanan dan asal produk. Kerang yang dipanen dari perairan tercemar tidak dapat dipastikan aman hanya berdasarkan penampilan atau rasanya.

2. Keracunan Makanan akibat Bakteri dan Virus

Kerang hijau yang tidak ditangani secara higienis atau tidak dimasak hingga matang berisiko membawa mikroorganisme penyebab penyakit.

Bakteri dan virus dapat terakumulasi ketika kerang menyaring air yang terkontaminasi. Risiko ini meningkat jika kerang dikonsumsi mentah, kurang matang, atau disimpan pada suhu yang tidak sesuai. 

Gejala keracunan makanan dapat berupa mual, muntah, diare, sakit perut, dan demam. Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab infeksi serta kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.

Untuk mengurangi risiko, belilah kerang yang ditangani secara higienis, simpan dalam kondisi dingin, dan masak hingga matang sempurna. Jangan menggunakan alat makan yang sama untuk kerang mentah dan kerang matang tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati karena lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi dari makanan laut yang terkontaminasi.

Baca Juga: Penelitian Ungkap Aktivitas Otak Menjelang Kematian, Benarkah Manusia Mengalami Kilas Balik Kehidupan? 

3. Racun Alami Laut Tidak Selalu Hilang saat Dimasak

Selain bakteri dan virus, kerang juga dapat mengandung biotoksin laut yang berasal dari organisme mikroskopis tertentu di lingkungan perairan.

Sebagian racun tersebut tidak dapat dihilangkan hanya dengan merebus, menggoreng, atau mengukus kerang. Karena itu, memasak hingga matang memang penting untuk mengurangi risiko mikrobiologis, tetapi tidak menjamin kerang yang sudah terkontaminasi racun alami laut menjadi aman. <Cite refs={["turn753144search6","turn753144search0"]}/>

Paparan racun tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sakit kepala, kesemutan, mati rasa, kebingungan, hingga kesulitan bernapas, bergantung pada jenis racunnya.

Langkah pencegahan yang paling penting adalah tidak mengonsumsi kerang dari sumber yang tidak jelas atau perairan yang diketahui tercemar. Memilih produk dari pemasok tepercaya dan mengikuti informasi keamanan pangan setempat dapat membantu mengurangi risiko.

Jika setelah mengonsumsi kerang muncul gejala berat, terutama kesulitan bernapas, kelemahan mendadak, atau gangguan saraf, segera cari pertolongan medis.

4. Konsumsi Berlebihan Dapat Meningkatkan Paparan Kontaminan

Kerang hijau mengandung protein dan sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, manfaat tersebut tidak berarti konsumsinya boleh dilakukan tanpa memperhatikan keamanan dan jumlah yang dimakan.

Apabila kerang berasal dari perairan yang mengandung pencemar, konsumsi berulang dapat meningkatkan paparan terhadap kontaminan tertentu. Besarnya risiko dipengaruhi kadar zat pencemar dalam kerang, jumlah yang dikonsumsi, frekuensi makan, serta kondisi individu.

Penelitian di wilayah pesisir Jawa menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada kerang hijau dapat berbeda menurut lokasi pengambilan sampel.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Bahaya kerang hijau Logam berat Keracunan Makanan

Komentar Pengguna