KebonCinta.com - Bangun tidur idealnya menjadi waktu ketika tubuh kembali bugar setelah beristirahat sepanjang malam. Namun, tidak semua orang merasakan kondisi tersebut. Sebagian justru mengalami kepala terasa berat, pandangan berkunang-kunang, bahkan sensasi ruangan seperti berputar ketika membuka mata pada pagi hari.
Keluhan pusing setelah bangun tidur terkadang dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kualitas istirahat, kecukupan cairan, hingga gangguan pada sistem keseimbangan tubuh.
Pusing juga memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang merasakan kepala melayang, kehilangan keseimbangan, atau seperti hendak pingsan. Sementara itu, sebagian lainnya mengalami sensasi lingkungan sekitar bergerak atau berputar.
Meski tidak selalu menunjukkan penyakit serius, keluhan yang muncul berulang kali sebaiknya tidak diabaikan.
Sejumlah faktor kesehatan dapat memicu kondisi tersebut. Berikut tujuh kemungkinan penyebab pusing saat bangun tidur yang perlu diketahui.
Baca Juga: Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini
Berikut beberapa penyebab pusing yang perlu diwaspadai:
1. Sleep Apnea, Gangguan Pernapasan yang Terjadi Ketika Tidur
Tidur dalam waktu cukup belum tentu membuat tubuh mendapatkan istirahat berkualitas. Salah satu gangguan yang dapat memengaruhi kondisi tubuh pada pagi hari adalah sleep apnea.
Kondisi ini terjadi ketika pernapasan terhenti sementara dan kembali berlangsung secara berulang selama seseorang tidur.
Menurut Cleveland Clinic, gangguan tersebut dapat membuat seseorang terbangun dalam keadaan tidak segar dan mengalami keluhan seperti pusing.
Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain mendengkur dengan suara keras, terbangun seperti sedang tersedak, serta mengantuk berlebihan pada siang hari.
Jika kondisi tersebut sering terjadi, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pernapasan saat tidur.
2. Penggunaan Obat Tertentu yang Memicu Pusing
Tidak semua keluhan pusing berasal dari gangguan kesehatan yang baru muncul. Dalam beberapa kasus, efek samping obat juga dapat menjadi pemicunya.
Sejumlah jenis obat, terutama yang memengaruhi tekanan darah atau sistem keseimbangan tubuh, berpotensi menimbulkan sensasi pusing.
Healthline menjelaskan bahwa keluhan tersebut dapat muncul ketika seseorang mulai mengonsumsi obat tertentu atau mengalami perubahan dosis.
Apabila pusing mulai dirasakan setelah menggunakan obat, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter atau apoteker.
Jangan menghentikan pengobatan yang diresepkan secara sepihak karena perubahan penggunaan obat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
3. Hipoglikemia atau Kadar Gula Darah Terlalu Rendah
Kadar gula darah yang berada di bawah batas normal juga dapat menyebabkan seseorang mengalami pusing ketika bangun tidur.
Kondisi yang dikenal sebagai hipoglikemia ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama pada penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah tertentu.
Selain kepala terasa ringan, gejala yang mungkin muncul meliputi tubuh gemetar, berkeringat, lemas, hingga kebingungan.
Jika keluhan sering terjadi pada pagi hari, penderita diabetes sebaiknya mendiskusikan pola makan, penggunaan obat, dan pemantauan gula darah bersama tenaga medis.
4. Vertigo akibat Gangguan Keseimbangan Telinga Dalam
Pernah merasa kamar seolah berputar ketika baru membuka mata atau mengubah posisi tidur? Sensasi tersebut bisa berkaitan dengan vertigo.
Salah satu penyebabnya adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), yaitu gangguan keseimbangan yang berkaitan dengan perpindahan partikel kecil di bagian dalam telinga.
Menurut Cleveland Clinic, BPPV dapat memicu sensasi berputar ketika kepala mengalami perubahan posisi tertentu.
Misalnya, saat seseorang bangkit dari tempat tidur, berguling ke sisi lain, atau menundukkan kepala.
Keluhan ini biasanya berkaitan dengan gerakan kepala dan dapat muncul secara tiba-tiba. Jika sering mengalaminya, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab dan penanganan yang sesuai.
5. Dehidrasi, Tubuh Kekurangan Asupan Cairan
Kebutuhan cairan tubuh tetap berlangsung meskipun seseorang sedang tidur. Tubuh kehilangan cairan melalui proses pernapasan dan keringat sepanjang malam.
Apabila kebutuhan minum sepanjang hari tidak terpenuhi, seseorang berisiko mengalami dehidrasi.
Healthline menyebutkan bahwa kekurangan cairan dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti rasa haus, tubuh lemas, dan pusing. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang mulai berdiri setelah bangun tidur.
Risiko dehidrasi juga dapat meningkat ketika seseorang mengalami muntah, diare, berkeringat berlebihan, atau menggunakan obat yang meningkatkan pengeluaran cairan.
Karena itu, menjaga kecukupan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kondisi tubuh.
6. Tekanan Darah Turun Mendadak ketika Berdiri
Penyebab berikutnya adalah hipotensi ortostatik, yaitu kondisi ketika tekanan darah mengalami penurunan saat seseorang berpindah posisi dari berbaring atau duduk menjadi berdiri.
Harvard Health menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan tekanan darah ketika terjadi perubahan posisi.
Jika penyesuaian tersebut tidak berlangsung optimal, aliran darah menuju otak dapat berkurang sementara.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir