Sejarah
Admin

Siapa Bangsa Viking? Ini Sejarah, Kepercayaan, dan Fakta Menarik tentang Penjelajah Skandinavia

Siapa Bangsa Viking? Ini Sejarah, Kepercayaan, dan Fakta Menarik tentang Penjelajah Skandinavia

15 Maret 2026 | 16:34

Keboncinta.com-- Bangsa Viking merupakan kelompok penjelajah, pedagang, sekaligus pejuang yang berasal dari wilayah Skandinavia.

Dalam bahasa Norse Kuno, mereka disebut Vikingr. Kelompok ini dikenal aktif melakukan perjalanan laut, berdagang, serta mendirikan permukiman di berbagai wilayah Eropa dan kawasan Atlantik Utara.

Periode yang dikenal sebagai Zaman Viking berlangsung sekitar abad ke-8 hingga pertengahan abad ke-11.

Masa ini biasanya ditandai dengan peristiwa serangan ke biara di Lindisfarne di Inggris pada tahun 793. Zaman tersebut berakhir sekitar tahun 1066 setelah terjadinya Battle of Hastings.

Selama periode ini, bangsa Viking memberikan pengaruh besar terhadap sejarah wilayah Skandinavia, Britania Raya, Irlandia, serta banyak bagian Eropa lainnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Bayar Zakat Melalui Baznas di Istana Negara, Dana Terkumpul Lebih dari Rp3,8 Miliar

Mitologi Nordik dan Kepercayaan Bangsa Viking

Sebelum memeluk agama Kristen, bangsa Viking memiliki sistem kepercayaan yang dikenal sebagai Norse Mythology. Kepercayaan ini berpusat pada sejumlah dewa terkenal seperti OdinThorLoki, dan Frey.

Dalam budaya Viking, gugur di medan perang dianggap sebagai kematian paling terhormat. Mereka percaya bahwa para pejuang yang gugur akan dibawa ke Valhalla, sebuah aula megah yang diperintah oleh Odin.

Di tempat tersebut, para pejuang diyakini akan menikmati pesta setiap malam sambil bersiap menghadapi pertempuran terakhir menjelang Ragnarok.

Memasuki abad ke-10 dan ke-11, sebagian besar masyarakat Nordik mulai memeluk agama Kristen, meskipun beberapa unsur kepercayaan pagan masih bertahan hingga akhir Abad Pertengahan.

Baca Juga: Asal Usul Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan

Kapal Panjang Viking yang Legendaris

Salah satu hal yang membuat bangsa Viking terkenal adalah kapal panjang mereka yang sangat canggih untuk zamannya. Kapal ini dirancang agar mampu berlayar di lautan luas sekaligus melewati sungai dangkal.

Dengan teknologi kapal tersebut, para pelaut Norse mampu menjelajahi berbagai wilayah dunia. Mereka tidak hanya melakukan penyerangan, tetapi juga berdagang dan membangun permukiman di berbagai tempat seperti Inggris, Skotlandia, Irlandia, Normandia, dan Islandia.

Viking Penjelajah Amerika Utara

Salah satu fakta menarik dalam sejarah Viking adalah keberhasilan mereka mencapai Amerika Utara jauh sebelum penjelajah Eropa lainnya.

Penjelajah Viking bernama Leif Erikson dipercaya memimpin ekspedisi ke wilayah yang kini menjadi Kanada dan mendirikan permukiman sementara di sana.

Hal ini menjadikan Viking sebagai orang Eropa pertama yang diketahui menginjakkan kaki di Amerika Utara.

Baca Juga: ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Kendaraan Negara Hanya untuk Tugas

Serangan Viking di Eropa

Selain berdagang dan menjelajah, Viking juga terkenal karena serangan mereka terhadap berbagai kota di Eropa.

Salah satu peristiwa terkenal terjadi pada tahun 845 ketika pasukan Viking menyusuri Seine River dan mengepung Paris.

Pada saat itu, kota tersebut akhirnya membayar sejumlah upeti agar pasukan Viking menghentikan serangan mereka. Penyerangan terhadap Paris berulang kali terjadi hingga sekitar tahun 886.

Selain wilayah Eropa Barat, para pelaut Viking juga melakukan perjalanan ke Afrika Utara, Rusia, hingga ke wilayah Constantinople dan kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jadwal Libur Lebaran 2026 untuk ASN Lebih Panjang, Ada Skema Work From Anywhere untuk PNS dan PPPK

Sistem Tulisan Rune Bangsa Viking

Bangsa Viking juga memiliki sistem tulisan sendiri yang dikenal sebagai aksara rune. Sistem alfabet ini disebut futhark, yang berasal dari aksara Jermanik kuno.

Bangsa Viking sering mengukir tulisan rune pada batu sebagai catatan sejarah atau penghormatan terhadap tokoh tertentu. Batu-batu tersebut dikenal sebagai runestone dan banyak ditemukan di wilayah Skandinavia serta Kepulauan Inggris.

Salah satu lokasi terkenal yang memiliki batu rune penting adalah situs bersejarah Jelling di Denmark yang kini masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Mitos yang Salah tentang Bangsa Viking

Selama bertahun-tahun, banyak gambaran keliru mengenai bangsa Viking yang beredar dalam budaya populer. Berikut beberapa mitos yang sering muncul:

Baca Juga: Viral Pendaftaran CPNS dan PPPK Kemenag 2026 Dibuka, Kementerian Agama Tegaskan Informasi Tersebut Hoaks

1. Viking Mengenakan Helm Bertanduk

Salah satu gambaran paling populer adalah Viking memakai helm bertanduk. Faktanya, tidak ada bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa helm tersebut digunakan dalam pertempuran.

Helm Viking sebenarnya berbentuk kerucut dan dibuat dari besi atau kulit keras dengan penguatan logam. Gambaran helm bertanduk baru muncul dalam ilustrasi seni pada abad ke-19.

2. Viking Adalah Bangsa yang Kotor

Berbeda dari stereotip yang menggambarkan mereka sebagai bangsa kasar dan tidak terawat, catatan sejarah justru menunjukkan bahwa Viking cukup menjaga kebersihan.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa masyarakat Viking terbiasa mandi secara rutin dan merawat rambut mereka dengan baik.

3. Semua Viking Hanya Perampok

Walaupun serangan mereka terkenal dalam sejarah, sebagian besar orang Viking sebenarnya adalah petani, pedagang, dan penjelajah. Mereka juga mendirikan banyak permukiman yang berkembang di berbagai wilayah Eropa.

Warisan sejarah bangsa Viking menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pejuang tangguh, tetapi juga pelaut ulung, pedagang aktif, serta penjelajah yang membantu membuka hubungan antara berbagai wilayah dunia pada masa awal abad pertengahan.***

Tags:
Sejarah Internasional sejarah dunia

Komentar Pengguna