Kesempatan untuk berpartisipasi sebaiknya diberikan secara bertahap. Siswa tidak harus langsung diminta tampil di depan kelas jika belum siap. Yang terpenting, mereka mengetahui bahwa pendapatnya akan didengarkan dengan hormat.
Bagi sebagian siswa, menyampaikan sesuatu melalui tulisan terasa lebih mudah daripada berbicara langsung. Guru dapat memanfaatkan sarana komunikasi yang tersedia di sekolah, seperti platform pembelajaran, pesan resmi, atau formulir umpan balik untuk memberi ruang bagi siswa menyampaikan pertanyaan dan kesulitannya.
Melalui cara tersebut, siswa dapat mengungkapkan hal-hal yang mungkin belum berani disampaikan di kelas. Guru pun memiliki kesempatan untuk memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik.
Meski demikian, komunikasi digital harus tetap mengikuti aturan sekolah dan menjaga privasi siswa. Gunakan saluran yang sesuai, libatkan orang tua atau wali bila diperlukan, dan hindari komunikasi pribadi yang melampaui batas profesional guru.
Mendampingi siswa pendiam bukan berarti mengubah mereka menjadi anak yang selalu aktif berbicara. Tujuannya adalah membantu mereka merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta berpartisipasi.
Guru dapat memulainya dengan mendengarkan, mengenali kebutuhan individu, membangun hubungan yang positif, menciptakan suasana kelas yang nyaman, dan menyediakan beragam cara untuk berkomunikasi.
Baca Juga: Contoh RPP Fikih Kelas 10 Semester 2, Lengkap dengan Komponen dan Panduan Penyusunan
Ketika merasa diterima, siswa biasanya memiliki ruang yang lebih baik untuk mengembangkan kepercayaan diri sesuai dengan kecepatannya sendiri. Sikap pendiam pun tidak perlu dianggap sebagai kekurangan, sebab setiap anak memiliki cara berbeda untuk menunjukkan potensi dirinya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir