Keboncinta.com-- Sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi salah satu tanggung jawab penting bagi operator sekolah. Proses ini memastikan seluruh data peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga rombongan belajar tercatat dengan benar di server pusat.
Keakuratan data Dapodik sangat berpengaruh terhadap berbagai layanan pendidikan, seperti Info GTK, penyaluran bantuan, hingga penerbitan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) tahun 2026.
Dalam praktiknya, tidak sedikit operator sekolah yang mengeluhkan status sinkronisasi belum terlihat di laman pemantauan, meskipun proses sinkronisasi di aplikasi lokal sudah dinyatakan berhasil.
Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, padahal data Dapodik memang tidak selalu terbarui secara langsung.
Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja Makin Mudah, Ini 39 Jurusan Universitas Terbuka yang Bisa Dipilih
Setelah sinkronisasi dilakukan dari aplikasi lokal, data masih harus melewati tahapan validasi dan pengolahan di server pusat.
Proses ini membutuhkan waktu dan umumnya tidak bersifat real time. Pada beberapa kondisi, pembaruan status dapat memakan waktu hingga 24 jam atau bahkan lebih, sehingga wajar apabila hasil sinkronisasi belum langsung muncul di sistem pemantauan.
Pada tahun anggaran 2026, sistem Info GTK juga mengalami pembaruan tampilan. Antarmuka kini dirancang lebih sederhana dan informatif, tanpa kode numerik yang sebelumnya sering menimbulkan salah tafsir di kalangan guru dan operator. Perubahan ini diharapkan memudahkan pemantauan data hasil sinkronisasi Dapodik.
Untuk memastikan data benar-benar telah diterima oleh server pusat, operator sekolah dapat memantau progres sinkronisasi melalui beberapa langkah berikut.
Pertama, akses portal resmi Dapodik melalui laman dapo.kemendikdasmen.go.id. Selanjutnya, pilih menu Progres Data yang menampilkan status sinkronisasi seluruh satuan pendidikan.
Baca Juga: Prediksi 7 Instansi CPNS Sepi Peminat Ini Justru Punya Karier Paling Cerah
Setelah itu, tentukan jenjang pendidikan sesuai dengan sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Operator juga perlu memfilter wilayah dengan memilih provinsi, kabupaten atau kota, serta kecamatan agar pencarian data lebih spesifik.
Terakhir, periksa status sekolah dengan mencocokkan tanggal sinkronisasi terakhir dan jumlah peserta didik. Jika data tersebut sesuai dengan yang tercantum di aplikasi lokal, berarti data telah diterima oleh server pusat.
Apabila status sinkronisasi masih belum muncul meski proses sudah dilakukan, operator disarankan untuk melakukan beberapa langkah lanjutan secara bertahap.
Langkah awal adalah menarik data terbaru dari server agar aplikasi lokal berada pada versi data terkini. Setelah itu, lakukan sinkronisasi ulang hingga muncul notifikasi bahwa proses berhasil.
Operator juga disarankan untuk menunggu setidaknya 24 jam sebelum melakukan pengecekan ulang, serta menghindari sinkronisasi berulang kali dalam waktu singkat.
Baca Juga: Prospek Kerja Menjanjikan, UB Tambah Bioinformatika dan Industri Peternakan Cerdas 2026
Selain itu, lakukan pengecekan pada sistem pendataan untuk memastikan jumlah peserta didik sudah sesuai.
Jika data telah terbaca dengan benar, maka sinkronisasi sebenarnya sudah berhasil meskipun statusnya belum terlihat di menu progres.
Kondisi keterlambatan tampilan status ini pada dasarnya tidak berdampak pada pencairan dana bantuan maupun layanan pendidikan lainnya, selama data di server pusat telah tercatat dengan benar.
Oleh karena itu, operator sekolah diimbau tetap tenang dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan agar pengelolaan data Dapodik berjalan optimal.***