Pendidikan
Dewi Safitri

Survei KPK: 26 Persen Siswa dan 50 Persen Mahasiswa Masih Menyontek Saat Ujian

Survei KPK: 26 Persen Siswa dan 50 Persen Mahasiswa Masih Menyontek Saat Ujian

06 Oktober 2026 | 14:25

KebonCinta.com - Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan praktik menyontek masih ditemukan di lingkungan pendidikan, baik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun perguruan tinggi.

Pelaksana Harian Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi menyampaikan, sebanyak 26 persen peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah mengaku masih menyontek saat ujian.

�9�3 Baca Juga: Kisi-Kisi TKA Pendidikan Pancasila 2026, Siswa Wajib Kuasai Materi Ini 

Temuan tersebut disampaikan dalam peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Humas KPK pada Selasa (6/10/2026).

Selain persentase peserta didik yang menyontek, KPK mencatat praktik tersebut ditemukan pada 51 persen satuan pendidikan dasar dan menengah.

�9�3 Baca Juga: Kemkomdigi Dorong Mahasiswa Kuasai AI Sebelum Masuk Dunia Kerja, Tak Cukup Hanya Andalkan Ijazah dan Transkrip 

50 persen mahasiswa masih menyontek

Persoalan serupa juga ditemukan di perguruan tinggi. Hasil SPI Pendidikan 2026 menunjukkan 50 persen responden mahasiswa masih menyontek saat ujian.

Praktik tersebut disebut ditemukan pada 94 persen satuan pendidikan tinggi yang menjadi bagian dari survei.

SPI Pendidikan 2026 melibatkan 42.810 responden, terdiri dari 41.720 responden dari satuan pendidikan dasar dan menengah serta 1.090 responden dari perguruan tinggi.

�9�3 Baca Juga: Mahasiswa S2 dan S3 Bisa Dapat Bantuan Rp20-Rp25 Juta dari Kemenag, Cek Syarat dan Jadwalnya 

Responden pada jenjang SD dan sederajat berasal dari siswa kelas 4 dan 5. Untuk SMP dan sederajat, survei melibatkan siswa kelas 7 dan 8, sedangkan jenjang SMA melibatkan siswa kelas 10 dan 11.

Pada perguruan tinggi, responden berasal dari mahasiswa semester 3 hingga semester 8. Survei juga melibatkan orangtua, tenaga pendidik, kepala sekolah, serta pimpinan perguruan tinggi.

Tiga dimensi integritas pendidikan

SPI Pendidikan menggunakan tiga metode pengumpulan data, yakni survei secara daring melalui tautan yang dikirimkan melalui WhatsApp Blast, Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), serta Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Metode CAWI digunakan bagi satuan pendidikan dengan keterbatasan tertentu, sedangkan CAPI diterapkan pada satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan akses internet.

Dalam pengukurannya, SPI Pendidikan mencakup tiga dimensi utama. Pertama, karakter peserta didik, yang berkaitan dengan sifat dan nilai positif dalam membentuk pola pikir dan perilaku.

Kedua, ekosistem pendidikan, yang mengukur interaksi antarunsur dalam lembaga pendidikan. Ketiga, tata kelola pendidikan, yang melihat bagaimana kebijakan, perencanaan, peraturan, dan penerapannya dijalankan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Temuan mengenai praktik menyontek tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan integritas yang masih dihadapi satuan pendidikan di Indonesia.

Tags:
siswa menyontek saat ulangan survei spi pendidikan

Komentar Pengguna