Keboncinta.com — Sedekah subuh merupakan salah satu kebiasaan baik yang dilakukan umat Islam untuk mengawali hari dengan berbagi kepada sesama. Amalan ini umumnya dikerjakan setelah salat Subuh, baik dengan memberikan uang, makanan, maupun bantuan kepada orang yang membutuhkan.
Keutamaan berinfak pada pagi hari dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi, melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sementara malaikat lainnya berdoa, 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya.'" (HR Bukhari dan Muslim).
Hadits tersebut menjadi pengingat agar umat Islam tidak enggan berbagi rezeki. Namun, sedekah subuh tidak harus dilakukan dengan memasukkan uang ke kotak amal masjid.
Lantas, bagaimana cara melaksanakan sedekah subuh bagi orang yang mengerjakan salat di rumah?
Baca Juga: Batas Waktu Sedekah Subuh Menurut Islam, Sampai Jam Berapa?
Sedekah subuh dapat dilakukan dari rumah dengan berbagai cara. Hal terpenting adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
Salah satu cara paling praktis adalah mentransfer sejumlah uang melalui rekening lembaga sosial atau yayasan yang terpercaya.
Bantuan tersebut dapat disalurkan untuk program santunan anak yatim, bantuan fakir miskin, pembangunan fasilitas pendidikan, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya.
Pastikan lembaga yang dipilih memiliki pengelolaan dana yang jelas agar sedekah benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.
Sedekah subuh juga bisa diberikan kepada anggota keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Misalnya, membantu saudara yang terlilit utang, memberikan uang kepada orang tua, atau membantu kerabat yang membutuhkan biaya kebutuhan sehari-hari.
Memberikan bantuan kepada keluarga bukan sesuatu yang dilarang. Justru, Islam mengajarkan agar seseorang memperhatikan orang-orang terdekatnya.
Tidak semua sedekah harus berbentuk uang. Menyiapkan makanan untuk tetangga yang membutuhkan juga termasuk perbuatan baik.
Makanan tersebut bisa diantarkan setelah salat Subuh atau pada waktu pagi. Selain membantu sesama, kebiasaan ini juga dapat mempererat hubungan silaturahmi.
Bagi muslim yang ingin memasukkan uang ke kotak amal masjid, tetapi tidak dapat pergi ke masjid, sedekah bisa dititipkan kepada anggota keluarga atau kerabat yang melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Dengan demikian, keinginan untuk berbagi tetap dapat dilakukan meskipun seseorang mengerjakan salat di rumah.
Cara lainnya adalah mengantarkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, seperti anak yatim, fakir miskin, penghuni panti asuhan, atau masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Bantuan dapat berupa uang, bahan makanan, pakaian layak pakai, maupun kebutuhan pokok lainnya.
Pada dasarnya, sedekah tidak dibatasi tempat dan bentuk tertentu selama dilakukan dengan cara yang baik serta tidak melanggar ketentuan agama.
Sebelum bersedekah, seorang muslim dianjurkan menghadirkan niat ikhlas karena Allah SWT. Tidak ada lafaz niat khusus sedekah subuh yang diwajibkan dalam Islam. Niat cukup diucapkan dalam hati.
Namun, terdapat bacaan niat yang dapat digunakan sebagai ungkapan untuk memohon keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah. Bacaan berikut dikutip dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari karya Muhammad Ainur Rasyid.
نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرَ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ
Latin:
Nawaitut taqarruba ilallahi ta'ala wattaqaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattaqaa nari jahannama wat-tarahkhuma 'ala ikhwaani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh-dhu'afai wa mutaba'atan-nabiyyi shallallahu 'alaihi wasallama wa idkhalas-sururi 'alal-ikhwani wa daf'il-bala'i 'anhu wa 'an sairil-muslimina wal-infaqa mimma razaqahullahu wa qahran-nafsi wasy-syaithani.
Artinya:
"Aku berniat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka Jahannam, menyayangi saudara, menyambung silaturahmi, membantu orang-orang lemah, mengikuti Nabi SAW, memberikan kebahagiaan kepada saudara, menolak bala dari diri sendiri dan seluruh kaum muslimin, menginfakkan rezeki yang diberikan Allah, serta mengalahkan hawa nafsu dan setan."
Bacaan tersebut merupakan susunan doa niat yang dikutip dari literatur keagamaan, bukan lafaz khusus yang disyaratkan untuk bersedekah.
Setelah memberikan sedekah, seorang muslim dapat berdoa agar amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas-samii'ul-'aliim.
Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah: 127).
Doa tersebut merupakan bagian dari permohonan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ketika membangun Ka'bah. Umat Islam dapat membacanya untuk memohon agar amal kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga: Cara Sedekah Subuh yang Benar: Niat, Doa, dan Keutamaannya
Sedekah merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Waktu pelaksanaannya pada pagi hari menjadi kesempatan untuk mengawali aktivitas dengan kebaikan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir