Khazanah
M. Panji Maulana

Tata Cara Sholat Gerhana, Lengkap dengan Urutan Rakaat dan Perbedaannya dari Sholat Biasa

Tata Cara Sholat Gerhana, Lengkap dengan Urutan Rakaat dan Perbedaannya dari Sholat Biasa

29 Oktober 2026 | 05:47

KebonCinta.com – Gerhana matahari dan gerhana bulan merupakan fenomena alam yang terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam susunan tertentu.

Dalam Islam, peristiwa tersebut menjadi salah satu kesempatan untuk mengingat kebesaran Allah SWT melalui doa, zikir, dan pelaksanaan sholat sunnah gerhana.

Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih belum mengetahui tata cara sholat gerhana.

Sebagian menganggap pelaksanaannya sama persis dengan sholat sunnah dua rakaat yang biasa dilakukan.

Padahal, dalam tuntunan utama yang terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW, sholat gerhana mempunyai ciri khusus berupa dua kali rukuk pada setiap rakaat.

Karena itu, memahami urutan gerakannya dapat membantu jamaah mengikuti pelaksanaan ibadah dengan lebih baik.

Apa Itu Sholat Gerhana?

Sholat gerhana merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan.

Sholat gerhana matahari lazim disebut sholat kusuf, sedangkan sholat gerhana bulan sering disebut sholat khusuf.

Dalam penggunaan istilah Arab dan literatur fikih, kedua kata tersebut juga dapat digunakan secara lebih luas, sehingga umat Islam sebaiknya memperhatikan konteksnya.

Hukum pelaksanaan sholat gerhana menurut mayoritas ulama adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa ibadah ini dilakukan ketika gerhana sedang berlangsung.

1. Dasar Anjuran Sholat Gerhana

Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa matahari dan bulan merupakan tanda-tanda kebesaran Allah.

Gerhana bukan terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang.

Ketika terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan mengingat Allah, berdoa, dan melaksanakan sholat.

Penjelasan tersebut juga meluruskan anggapan yang menghubungkan gerhana dengan nasib buruk atau peristiwa kematian tokoh tertentu.

Fenomena gerhana dapat dipahami melalui ilmu astronomi, sementara pelaksanaan sholat merupakan bentuk ibadah dan penghayatan keimanan.

Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

2. Kapan Sholat Gerhana Dilaksanakan?

Sholat gerhana dilakukan ketika peristiwa gerhana sedang berlangsung.

Waktunya dimulai ketika gerhana terjadi dan berakhir ketika gerhana selesai.

Karena itu, umat Islam perlu memperhatikan waktu serta lokasi pengamatan.

Jadwal gerhana yang terjadi di satu wilayah belum tentu sama dengan wilayah lainnya.

Jika gerhana sudah selesai, sholat gerhana tidak dikerjakan sebagai sholat qadha menurut panduan yang umum digunakan.

Jika gerhana berakhir ketika jamaah sedang melaksanakan sholat, ibadah yang telah dimulai dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

3. Apakah Harus Dilakukan secara Berjamaah?

Sholat gerhana dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah.

Masjid atau lembaga keagamaan dapat mengatur pelaksanaannya berdasarkan waktu gerhana di wilayah setempat.

Namun, seseorang juga dapat melaksanakannya sendiri apabila tidak memungkinkan mengikuti jamaah.

Penyelenggara perlu memperhatikan kondisi lokasi dan keselamatan peserta.

Khusus pada gerhana matahari, jamaah yang ingin mengamati fenomena tersebut harus menggunakan perlindungan mata sesuai standar keselamatan.

Melihat langsung matahari tanpa alat pelindung yang tepat dapat menyebabkan kerusakan mata.

4. Niat Sholat Gerhana Matahari

Berikut contoh lafaz niat sholat gerhana matahari yang digunakan dalam panduan fikih.

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ كُسُوفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallī sunnata kusūfis-syamsi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

"Aku berniat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Taala."

Jika menjadi imam atau makmum, lafaz niat dapat disesuaikan menurut kebiasaan pembelajaran fikih yang digunakan.

Namun, yang menjadi inti niat adalah kehendak melaksanakan ibadah di dalam hati.

Melafalkan niat bukan syarat tersendiri agar sholat menjadi sah.

5. Niat Sholat Gerhana Bulan

Untuk gerhana bulan, contoh lafaz niatnya sebagai berikut.

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallī sunnata khusūfil-qamari rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

"Aku berniat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Taala."

Perbedaan lafaz tersebut berkaitan dengan jenis gerhana yang sedang terjadi.

6. Tata Cara Rakaat Pertama

Dalam tata cara utama sholat gerhana yang dijelaskan Kementerian Agama dan NU Online, sholat dilakukan dua rakaat dengan dua rukuk pada setiap rakaat.

Berikut urutan rakaat pertama.

Pertama, berdiri menghadap kiblat dan berniat sholat gerhana.

Kedua, melakukan takbiratul ihram.

Ketiga, membaca doa iftitah apabila mengamalkannya, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an.

Keempat, melakukan rukuk pertama.

Kelima, bangkit dari rukuk dan kembali berdiri.

Keenam, membaca Al-Fatihah serta surah atau ayat Al-Qur'an untuk kedua kalinya.

Ketujuh, melakukan rukuk kedua.

Kedelapan, bangkit dari rukuk kemudian melakukan sujud dua kali seperti sholat biasa.

Setelah itu, jamaah berdiri untuk rakaat kedua.

Perlu diperhatikan bahwa setelah rukuk pertama, jamaah tidak langsung melakukan sujud.

Inilah salah satu perbedaan utama sholat gerhana dari sholat dua rakaat biasa.

7. Tata Cara Rakaat Kedua

Rakaat kedua dilakukan dengan pola yang sama.

Pertama, berdiri lalu membaca Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an.

Kedua, melakukan rukuk pertama.

Ketiga, bangkit dan berdiri kembali.

Keempat, membaca Al-Fatihah serta bacaan Al-Qur'an.

Kelima, melakukan rukuk kedua.

Keenam, bangkit dari rukuk, kemudian melaksanakan sujud dua kali.

Ketujuh, melakukan tasyahud akhir.

Kedelapan, mengakhiri sholat dengan salam.

Dengan demikian, dua rakaat sholat gerhana mempunyai total empat rukuk dan empat sujud.

8. Perbedaan Sholat Gerhana dan Sholat Biasa

Berikut perbandingan sederhana.

KomponenSholat GerhanaSholat Dua Rakaat Biasa
Jumlah rakaat22
Jumlah rukuk keseluruhan42
Jumlah sujud keseluruhan44
Bacaan Al-FatihahDua kali setiap rakaat pada tata cara utamaSatu kali setiap rakaat
Waktu pelaksanaanKetika gerhana berlangsungSesuai jenis sholat
KhutbahDianjurkan setelah sholat berjamaahTidak selalu ada

Tabel tersebut menggambarkan tata cara utama yang banyak diajarkan.

Dalam literatur fikih terdapat pembahasan variasi pelaksanaan tertentu, sehingga pembaca dapat mengikuti tuntunan imam dan panduan ulama yang menjadi rujukannya.

Baca Juga: Fakta Menarik tentang Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

9. Apakah Bacaan Surah Harus Panjang?

Dalam tuntunan sholat gerhana, bacaan dan rukuk dianjurkan lebih panjang dibandingkan sholat sunnah biasa.

Pada tata cara yang utama, bacaan pertama lebih panjang daripada bacaan kedua.

Demikian pula bacaan pada rakaat pertama dapat lebih panjang daripada rakaat kedua.

Namun, tidak seluruh jamaah mempunyai kemampuan atau hafalan yang sama.

Imam perlu mempertimbangkan keadaan jamaah dan tuntunan yang digunakan.

Pemilihan surah tertentu tidak boleh dipahami sebagai syarat sah apabila tidak terdapat ketentuan demikian dalam panduan yang diikuti.

10. Apakah Ada Azan dan Iqamah?

Sholat gerhana tidak didahului azan dan iqamah sebagaimana sholat fardu.

Sebagai pengumuman untuk mengumpulkan jamaah, dapat digunakan seruan:

الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ

Ash-shalātu jāmi‘ah.

Artinya secara umum adalah ajakan agar jamaah berkumpul untuk melaksanakan sholat.

Pengumuman juga dapat disampaikan melalui pengeras suara masjid atau media komunikasi lain yang digunakan pengurus.

11. Khutbah Setelah Sholat Gerhana

Setelah sholat gerhana berjamaah, imam dianjurkan menyampaikan khutbah.

Isi khutbah dapat mengajak jamaah mengingat Allah, memperbanyak doa, beristighfar, dan memperbaiki amal.

Dalam tradisi fikih yang digunakan di Indonesia, terdapat pembahasan mengenai tata cara khutbah gerhana berdasarkan tuntunan mazhab.

Karena itu, penyelenggara sebaiknya menyiapkan imam dan khatib yang memahami ketentuannya.

Khutbah bukan kesempatan untuk menyebarkan keyakinan bahwa gerhana merupakan tanda kematian atau nasib buruk seseorang.

12. Bagaimana Jika Datang Terlambat?

Jika seseorang datang ketika sholat gerhana sedang berlangsung, ia perlu mengikuti posisi imam sebagaimana ketentuan berjamaah.

Namun, persoalan apakah seseorang telah mendapatkan suatu rakaat mempunyai rincian khusus karena setiap rakaat terdiri atas dua rukuk.

Karena itu, tidak tepat langsung menyamakan seluruh ketentuan makmum masbuk dengan sholat biasa.

Dalam praktik mazhab Syafi'i, memperoleh rukuk pertama menjadi bagian penting dalam penentuan perolehan rakaat.

Jamaah yang terlambat dapat mengikuti penjelasan imam atau ustaz mengenai cara menyempurnakan sholat.

13. Apakah Gerhana Selalu Menjadi Pertanda Bencana?

Gerhana merupakan peristiwa alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan menghalangi cahaya Matahari dari sudut pandang tertentu di Bumi.

Sementara itu, gerhana bulan terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi.

Dalam ajaran Islam, fenomena tersebut menjadi pengingat terhadap kebesaran Allah, bukan dasar untuk meramalkan kematian seseorang.

Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan tidak menyebarkan ketakutan atau informasi yang tidak mempunyai dasar.

Baca Juga: Mengenal Gerhana Matahari dan Cara Aman Menyaksikannya, Simak Baik-baik!

14. Persiapan Pelaksanaan di Masjid

Pengurus masjid dapat memeriksa informasi waktu gerhana melalui lembaga astronomi atau instansi resmi.

Selanjutnya, tentukan waktu berkumpul yang sesuai.

Siapkan imam yang memahami dua rukuk pada setiap rakaat serta khatib yang mampu menyampaikan nasihat sesuai tuntunan.

Jika jamaah terdiri atas masyarakat umum, pengurus dapat menjelaskan tata cara sebelum sholat dimulai.

Penjelasan singkat membantu mengurangi kebingungan ketika imam berdiri kembali setelah rukuk pertama.

Melalui persiapan tersebut, pelaksanaan dapat berlangsung lebih tertib.

Sholat gerhana mengajarkan bahwa fenomena alam dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat ibadah dan penghayatan terhadap kebesaran Allah SWT.

Perbedaan utamanya dari sholat biasa terdapat pada tata cara dua rukuk dalam setiap rakaat menurut tuntunan utama.

Dengan memahami niat, waktu, urutan gerakan, serta anjuran khutbah, umat Islam dapat melaksanakan sholat gerhana dengan lebih tenang dan sesuai panduan fikih yang diikuti.

Tags:
Sholat Gerhana Sholat Kusuf Sholat Khusuf Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Gerhana Bulan

Komentar Pengguna