Pendidikan
Vini Dwi Jayati

Terlalu Banyak Tuntutan, Tapi Kurang Dukungan

Terlalu Banyak Tuntutan, Tapi Kurang Dukungan

25 April 2026 | 19:03

Keboncinta.com-- Dalam dunia pendidikan, tuntutan seringkali datang tanpa jeda. Siswa dituntut untuk mendapatkan nilai tinggi, menyelesaikan tugas tepat waktu, aktif dalam berbagai kegiatan, serta mampu bersaing dengan teman sebayanya. Di sisi lain, guru pun tidak luput dari tekanan dituntut untuk mencapai target kurikulum, menyelesaikan administrasi, hingga memastikan seluruh siswa mencapai standar yang telah ditetapkan.

Namun, di tengah banyaknya tuntutan tersebut, muncul pertanyaan yang jarang disuarakan: sudahkah dukungan yang diberikan sebanding dengan tekanan yang ada?

Bagi siswa, tekanan nilai seringkali menjadi beban utama. Mereka belajar bukan lagi untuk memahami, tetapi untuk mengejar angka. Tugas demi tugas datang silih berganti, tanpa selalu disertai ruang untuk bertanya, mencoba, atau bahkan gagal. Padahal, proses belajar seharusnya menjadi ruang aman untuk berkembang, bukan sekadar arena penilaian.

Di sisi lain, guru juga menghadapi dilema yang tidak sederhana. Mereka diharapkan mampu menjadi pengajar, pembimbing, sekaligus evaluator dalam waktu yang terbatas. Tidak jarang, fokus terhadap administrasi justru mengurangi ruang untuk membangun kedekatan dengan siswa. Akibatnya, hubungan yang seharusnya menjadi fondasi pembelajaran menjadi kurang maksimal.

Kurangnya dukungan ini perlahan menciptakan jarak. Siswa merasa tidak didengar, sementara guru merasa tidak diberi ruang yang cukup untuk menjalankan perannya secara utuh. Sistem berjalan, tetapi tidak selalu menghadirkan kenyamanan bagi mereka yang ada di dalamnya.

Bukan berarti sistem pendidikan sepenuhnya salah. Banyak upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Namun, perlu disadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang capaian angka dan target kurikulum. Pendidikan adalah tentang manusia—tentang bagaimana siswa dibimbing untuk memahami, dan bagaimana guru didukung untuk mendampingi.

Sudah saatnya ada keseimbangan antara tuntutan dan dukungan. Memberikan ruang bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut, serta memberikan kepercayaan dan fasilitas yang memadai bagi guru untuk mengajar dengan optimal.

Karena pada akhirnya, pendidikan yang baik bukan hanya yang mampu menghasilkan nilai tinggi, tetapi yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, manusiawi, dan bermakna.

Tags:
Guru dan Siswa Refleksi Belajar Sistem Pendidikan Opini Pendidikan

Komentar Pengguna