Pendidikan
Dewi Safitri

TKA 2025: Projek Kreatif dan Kewirausahaan Jadi Mapel Pilihan Terfavorit, Ini Hasil Nilainya

TKA 2025: Projek Kreatif dan Kewirausahaan Jadi Mapel Pilihan Terfavorit, Ini Hasil Nilainya

16 Oktober 2026 | 16:05

KebonCinta.com - Mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKW) menjadi pilihan paling populer dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 bagi siswa SMA, SMK, dan madrasah aliyah (MA). 

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 1.281.878 siswa memilih mata pelajaran tersebut dari total 3.518.167 peserta TKA kelas 12.

Tingginya jumlah pemilih PKW menjadi salah satu gambaran besarnya perhatian siswa terhadap kompetensi yang berkaitan dengan produksi, pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan usaha. 

Meski demikian, jumlah pemilih yang besar tidak serta-merta mencerminkan tingginya capaian akademik peserta pada mata pelajaran tersebut.

Baca Juga: Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027, Pakar Ingatkan Sekolah Jangan Jadikan Hukuman 

Data hasil TKA 2025 menunjukkan rata-rata nasional PKW berada pada angka 56,34. Sebanyak 49,19 persen peserta masuk kategori kurang, 23,93 persen memadai, 19,91 persen baik, dan 6,97 persen istimewa.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta masih perlu memperkuat penguasaan kompetensi kewirausahaan, terutama dalam menerapkan konsep bisnis dan menganalisis persoalan usaha.

Hampir Separuh Peserta Masih Berada di Kategori Kurang

Pada kategori kurang, peserta dinilai telah mampu mengenali konsep dasar produksi, pemasaran, dan distribusi. 

Mereka juga dapat mengidentifikasi komponen proposal usaha serta berbagai jenis hak kekayaan intelektual (HKI).

Kemampuan tersebut menjadi dasar untuk memahami proses bisnis. Namun, penguasaan pada tahap ini belum mencakup penerapan konsep kewirausahaan secara lebih menyeluruh.

Peserta yang masuk kategori memadai sudah menunjukkan kemampuan lebih luas. 

Mereka dapat menentukan tahapan produksi dan pengembangan produk, merumuskan strategi pemasaran dan distribusi, serta menerapkan konsep kewirausahaan, 

termasuk menghitung biaya produksi, memanfaatkan peluang usaha, mengendalikan mutu produk, dan mengklasifikasikan HKI.

Pada kategori baik, peserta dinilai mampu merencanakan dan mengembangkan produk, menyusun strategi pemasaran, menentukan harga jual, 

mengevaluasi potensi usaha, memperbaiki mutu produk, hingga menyusun laporan usaha sederhana secara sistematis.

Sementara itu, peserta dengan capaian istimewa mampu mengevaluasi strategi produksi, pengembangan produk, pemasaran, dan distribusi. 

Mereka juga dinilai mampu merancang usaha inovatif, menganalisis aspek HKI, menilai kelayakan harga jual, 

Baca Juga: Memahami Sifat Perpangkatan pada Perkalian dan Pecahan agar Tidak Salah Menghitung 

serta mengevaluasi laporan usaha untuk merumuskan langkah lanjutan.

Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa kompetensi kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teori bisnis, tetapi juga kemampuan menerapkan, mengevaluasi, dan mengembangkan strategi usaha.

PPKn dan Biologi Masuk Tiga Besar Pilihan Siswa

Selain PKW, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menjadi mata pelajaran pilihan terpopuler kedua dengan 1.087.283 peserta. Posisi ketiga ditempati Biologi dengan 715.067 peserta.

Sosiologi menyusul dengan 697.192 peserta, sedangkan Ekonomi dipilih oleh 619.018 siswa. Matematika Lanjut berada di urutan berikutnya dengan 400.336 peserta, diikuti Sejarah sebanyak 396.995 peserta dan Bahasa Indonesia Lanjut sebanyak 391.283 peserta.

Untuk kelompok sains, Kimia dipilih oleh 361.634 siswa, Geografi 308.062 siswa, dan Fisika 294.424 siswa. Sementara itu, Bahasa Inggris Lanjut dipilih oleh 215.142 peserta.

Pada kelompok bahasa asing, Bahasa Arab tercatat dipilih oleh 77.144 siswa, Bahasa Jepang 42.275 siswa, Bahasa Mandarin 11.612 siswa, Bahasa Jerman 5.910 siswa, Bahasa Korea 3.352 siswa, dan Bahasa Prancis 1.770 siswa. Adapun Antropologi dipilih oleh 24.949 peserta.

Antropologi dan Geografi Catat Rata-rata Tertinggi

Meski jumlah pemilihnya tidak sebanyak PKW atau PPKn, Antropologi dan Geografi mencatat rata-rata nilai tertinggi di antara mata pelajaran pilihan TKA 2025.

Antropologi memperoleh rata-rata nasional 70,43, sedangkan Geografi mencapai 70,36. Capaian tersebut menunjukkan bahwa popularitas suatu mata pelajaran tidak selalu berbanding lurus dengan rata-rata nilai yang diperoleh pesertanya.

Data ini juga memperlihatkan pentingnya membedakan dua indikator dalam membaca hasil TKA, yakni jumlah siswa yang memilih mata pelajaran dan capaian akademik peserta pada mata pelajaran tersebut.

Dengan memahami kedua indikator itu secara terpisah, hasil TKA dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pilihan akademik siswa sekaligus kompetensi yang telah mereka kuasai.

Tags:
mata pelajaran pilihan TKA 2025 projek kreatif dan kewirausahaan

Komentar Pengguna