Pendidikan
Rahman Abdullah

TKA 2026 Diawasi Ketat, Ini Pelanggaran yang Bisa Bikin Peserta Dapat Nilai Nol

TKA 2026 Diawasi Ketat, Ini Pelanggaran yang Bisa Bikin Peserta Dapat Nilai Nol

07 Oktober 2026 | 16:25

KebonCinta.com-- Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bukan sekadar ujian untuk mengukur kemampuan peserta didik. Hasilnya memiliki fungsi penting dalam menggambarkan capaian akademik secara individual, menjadi salah satu validasi terhadap nilai rapor, hingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi.

Karena memiliki fungsi strategis, pelaksanaan TKA 2026 mendapat pengawasan ketat. Pemerintah tidak hanya menyoroti perilaku peserta, tetapi juga memastikan pengawas dan satuan pendidikan menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga agar hasil TKA benar-benar mencerminkan kemampuan peserta. Kecurangan, baik dilakukan secara individual maupun terorganisasi, dapat merusak kepercayaan terhadap hasil evaluasi pendidikan.

Baca Juga: Kisi-Kisi TKA Bahasa Inggris SMA 2026: Jangan Cuma Hafal Vocabulary, 3 Kemampuan Ini Wajib Dikuasai! 

Peserta Harus Memahami Batas Pelanggaran

Aturan pelaksanaan TKA membedakan pelanggaran peserta berdasarkan tingkat kesalahannya. Pelanggaran ringan dapat berupa datang terlambat setelah batas waktu yang ditentukan, menempati tempat yang tidak sesuai, tidak menaruh barang di tempat yang telah disediakan, atau tidak mengisi daftar hadir.

Ada pula pelanggaran dengan tingkat lebih serius. Peserta yang meninggalkan ruang ujian tanpa izin, tidak segera melaporkan masalah perangkat kepada proktor, atau membuat kegaduhan yang mengganggu peserta lain dapat masuk kategori pelanggaran sedang.

Sementara itu, tindakan yang berkaitan langsung dengan kecurangan akademik termasuk kategori berat. Contohnya menyontek, bekerja sama dengan peserta lain, menggunakan joki, membawa alat komunikasi atau alat bantu yang dilarang, serta mengambil gambar atau merekam soal.

Menyebarkan naskah TKA melalui media sosial juga termasuk tindakan yang dapat berujung pada sanksi berat.

Sanksi Bisa Berujung Nilai Nol

Konsekuensi pelanggaran diberikan sesuai tingkat kesalahan. Pada pelanggaran tertentu, peserta dapat terlebih dahulu memperoleh peringatan dari pengawas.

Namun, untuk pelanggaran yang lebih serius, penyelenggara dapat membatalkan ujian pada mata pelajaran yang bersangkutan. Setelah proses pemeriksaan dan investigasi, peserta yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat dikeluarkan dari ruang ujian dan memperoleh nilai 0 untuk mata pelajaran terkait.

Karena itu, peserta tidak seharusnya mengambil risiko hanya demi memperoleh hasil yang lebih tinggi. Nilai yang diperoleh melalui cara tidak jujur justru dapat menimbulkan konsekuensi lebih besar.

Baca Juga: Setelah Gladi Bersih, Kapan TKA 2026 Dilaksanakan? Cek Jadwal Utama dan Susulan 

Pengawas Juga Berada di Bawah Pengawasan

Menjaga integritas TKA bukan hanya tanggung jawab peserta. Pengawas ruang dan proktor juga dituntut menjalankan tugas secara profesional.

Petugas dapat dianggap melanggar apabila membawa gawai atau kamera ke ruang ujian di luar kebutuhan tugas, membiarkan peserta bekerja sama, membuka atau membocorkan informasi soal, maupun melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kewajibannya.

Termasuk di dalamnya adalah membuat siaran langsung di media sosial selama bertugas apabila tindakan tersebut melanggar ketentuan pengawasan.

Petugas yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi administratif. Haknya untuk terlibat dalam pengawasan dapat dicabut dan yang bersangkutan dapat direkomendasikan untuk tidak kembali ditugaskan dalam pelaksanaan evaluasi pendidikan berikutnya.

Sekolah Juga Bisa Mendapat Sanksi

Integritas TKA juga menjadi tanggung jawab satuan pendidikan. Sekolah atau madrasah tidak boleh membiarkan terjadinya kecurangan, terlebih jika ada pihak internal yang sengaja membantu peserta.

Pelanggaran dapat mencakup pembiaran terhadap orang yang tidak berkepentingan masuk ke area ujian, ketidakpatuhan terhadap prosedur teknis, manipulasi identitas peserta, penyebaran kunci jawaban secara massal, hingga tindakan membantu atau mengerjakan jawaban peserta.

Jika terbukti terjadi pelanggaran berat atau kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, satuan pendidikan dapat dikenai sanksi berupa pembatalan pelaksanaan TKA.

Sekolah juga dapat kehilangan kesempatan menjadi penyelenggara TKA hingga tiga periode penyelenggaraan berturut-turut.

Baca Juga: Cambridge Ingatkan AI Jangan Jadi Jalan Pintas Belajar, Guru dan Siswa Harus Ikut Menentukan Kebijakannya 

TKA Harus Menjadi Cermin Kemampuan Sebenarnya

Ketatnya aturan TKA 2026 pada akhirnya bukan sekadar persoalan memberikan hukuman. Tujuan utamanya adalah memastikan hasil asesmen dapat dipercaya.

Ketika peserta mengerjakan secara jujur, pengawas menjalankan tugas dengan profesional, dan sekolah menjaga tata kelola sesuai aturan, hasil TKA akan lebih mampu menggambarkan kemampuan akademik yang sebenarnya.

Karena itu, memahami larangan dan konsekuensi sejak awal menjadi bagian penting dari persiapan TKA 2026. Prestasi yang diperoleh dengan kejujuran akan jauh lebih bernilai dibandingkan skor tinggi yang diperoleh dengan cara yang melanggar aturan.***

Tags:
TKA Sanksi Pelanggaran

Komentar Pengguna