Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Trauma Masa Lalu Tak Hanya Memengaruhi Pikiran, Ini Dampaknya terhadap Kondisi Tubuh

Trauma Masa Lalu Tak Hanya Memengaruhi Pikiran, Ini Dampaknya terhadap Kondisi Tubuh

02 November 2026 | 19:25

KebonCinta.com-- Pernah merasa tubuh selalu tegang, sulit merasa tenang, atau langsung tersentak ketika mendengar suara keras? Reaksi seperti ini terkadang dianggap sebagai kebiasaan biasa. Padahal, pada sebagian orang, respons tubuh yang berlebihan terhadap lingkungan bisa berkaitan dengan pengalaman stres atau trauma di masa lalu.

Trauma tidak selalu meninggalkan bekas yang terlihat secara fisik. Pengalaman yang berat dapat memengaruhi cara seseorang merasakan emosi, mengenali ancaman, hingga merespons situasi di sekitarnya.

Dalam kondisi tertentu, sistem saraf dapat menjadi lebih sensitif sehingga tubuh seolah terus bersiap menghadapi bahaya. Keadaan ini sering dikaitkan dengan respons fight or flight, yaitu mekanisme alami tubuh ketika menghadapi ancaman.

Lantas, bagaimana pengalaman traumatis bisa memengaruhi respons fisik seseorang? Berikut beberapa hal yang perlu dipahami.

Baca Juga: Anak Susah Diajak Shalat? Ini 5 Cara Orang Tua Menumbuhkan Kebiasaan Ibadah Sejak Dini 

1. Tubuh Bisa Terbiasa Berada dalam Kondisi Waspada

Ketika seseorang mengalami peristiwa yang menakutkan atau penuh tekanan, tubuh akan mengaktifkan mekanisme perlindungan diri. Detak jantung dapat meningkat, otot menegang, dan perhatian menjadi lebih terpusat pada kemungkinan bahaya.

Respons tersebut sebenarnya berguna untuk membantu manusia menghadapi situasi darurat. Namun, pada sebagian orang yang pernah mengalami trauma, perasaan terancam dapat bertahan meskipun situasi sebenarnya sudah aman.

Akibatnya, seseorang mungkin lebih mudah gelisah, sulit rileks, gampang tersinggung, atau merasa tidak nyaman ketika berada di lingkungan tertentu.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan kewaspadaan berlebihan atau hypervigilance. Meski begitu, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh trauma karena ada faktor lain yang juga dapat memengaruhi kondisi seseorang.

2. Mengapa Suara Keras Bisa Membuat Seseorang Terkejut Berlebihan?

Salah satu respons alami manusia terhadap suara mendadak adalah refleks terkejut atau startle response. Reaksi ini membuat tubuh secara spontan tersentak ketika mendengar bunyi keras atau mengalami rangsangan yang tidak terduga.

Pada bayi, terdapat refleks primitif yang dikenal sebagai refleks Moro. Refleks tersebut merupakan respons normal pada tahap awal perkembangan dan umumnya menghilang seiring bertambahnya usia.

Sementara itu, pada orang dewasa, respons terkejut tetap dapat terjadi sebagai bagian dari mekanisme perlindungan tubuh. Seseorang yang mengalami stres berkepanjangan atau trauma mungkin memiliki respons yang lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu.

Namun, mudah terkejut pada usia dewasa tidak otomatis berarti refleks Moro masih bertahan atau seseorang memiliki trauma masa kecil. Kondisi ini perlu dipahami berdasarkan gejala dan riwayat masing-masing individu.

3. Pengalaman Traumatis Dapat Memengaruhi Kondisi Fisik

Dampak trauma tidak hanya berkaitan dengan perasaan sedih, takut, atau cemas. Tekanan psikologis juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Sebagian orang mengalami otot yang terus terasa kaku, sakit kepala, gangguan tidur, atau keluhan fisik lainnya ketika berada dalam tekanan emosional.

Hal ini berkaitan dengan hubungan antara otak, sistem saraf, dan respons tubuh terhadap stres. Ketika seseorang terus berada dalam kondisi tertekan, tubuh dapat mengalami ketegangan yang berlangsung cukup lama.

Meski demikian, rasa sakit dan kekakuan otot tidak selalu menunjukkan adanya trauma yang tersimpan di dalam tubuh. Keluhan fisik juga bisa dipengaruhi aktivitas, postur, kondisi kesehatan, maupun faktor lainnya.

Karena itu, keluhan yang menetap sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan trauma tanpa pemeriksaan yang sesuai.

Baca Juga: Anak Suka Membantah?

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Trauma masa lalu Respons tubuh Sistem saraf

Komentar Pengguna