KebonCinta.com - Kebiasaan menunda tugas hingga mendekati batas pengumpulan sering dialami pelajar maupun mahasiswa.
Awalnya, seseorang mungkin merasa masih memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Namun, ketika tenggat semakin dekat, tugas yang belum dikerjakan dapat menimbulkan tekanan dan membuat proses belajar terasa lebih berat.
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai prokrastinasi, yakni kecenderungan menunda pekerjaan meskipun mengetahui kemungkinan konsekuensinya.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Pekerjaan besar sering terasa sulit karena seseorang tidak mengetahui harus memulai dari mana.
Cobalah mengerjakan bagian kecil terlebih dahulu, seperti membuat judul, menyusun kerangka, atau membaca satu halaman materi.
Daripada menargetkan menyelesaikan seluruh tugas sekaligus, bagi pekerjaan menjadi langkah yang lebih kecil.
Misalnya, tugas membuat makalah dapat dibagi menjadi mencari referensi, menyusun kerangka, menulis pembahasan, dan melakukan revisi.
Jangan hanya mengandalkan batas pengumpulan resmi.
Buat tenggat pribadi yang lebih awal agar masih tersedia waktu untuk memeriksa hasil pekerjaan.
Baca Juga: Pengusulan PIP Fase II 2026 melalui SIPINTAR hingga 22 Oktober: Mekanisme dan Tugas Sekolah
Notifikasi media sosial dan pesan dapat mengalihkan perhatian.
Aktifkan mode fokus atau letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau ketika mengerjakan tugas.
Jika merasa sulit memulai, cobalah berkomitmen mengerjakan tugas selama lima menit.
Langkah kecil ini dapat membantu mengurangi hambatan awal, meskipun tidak selalu membuat seseorang langsung termotivasi.
Tidak semua pekerjaan harus dimulai ketika seseorang merasa sangat bersemangat.
Membangun rutinitas dapat membantu mengurangi ketergantungan pada motivasi sesaat.
Jadwal yang terlalu padat dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Sisihkan waktu istirahat agar pekerjaan dapat diselesaikan tanpa terus-menerus memaksakan diri.
Baca Juga: Contoh Portofolio Siswa untuk Tugas Sekolah, Lengkap dengan Susunannya
Prokrastinasi dapat membuat pekerjaan menumpuk dan mengurangi waktu untuk melakukan evaluasi.
Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu disebabkan oleh rasa malas. Kesulitan mengatur emosi, kecemasan terhadap hasil, dan tugas yang terasa terlalu berat juga dapat berperan.
Dengan membagi pekerjaan menjadi langkah kecil dan menetapkan target realistis, kebiasaan menunda dapat dikurangi secara bertahap.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir