KebonCinta.com-- Ubi jalar sering menjadi pilihan makanan rumahan yang mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Bahan pangan ini dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari dikukus, direbus, hingga dipanggang. Meski terlihat sederhana, ubi jalar menyimpan beragam zat gizi yang bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Keunggulan ubi jalar tidak hanya terletak pada rasanya yang manis alami. Jenis umbi ini juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat, vitamin, serta mineral. Kandungan gizinya dapat berbeda bergantung pada varietas, ukuran, dan metode pengolahan.
Lantas, apa saja zat gizi yang terkandung dalam ubi jalar dan bagaimana manfaatnya bagi tubuh? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Kopi Robusta vs Arabika, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaan Rasa, Kafein, dan Manfaatnya
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi utama dalam ubi jalar. Tubuh menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk berjalan, belajar, bekerja, dan berolahraga.
Karena mengandung karbohidrat, ubi jalar dapat menjadi salah satu pilihan sumber pangan pokok selain nasi, jagung, atau kentang. Ubi jalar bisa dikombinasikan dengan lauk berprotein, sayuran, dan sumber lemak sehat agar menu makan lebih seimbang.
Mengganti atau memvariasikan sumber karbohidrat juga dapat membuat pola makan sehari-hari lebih beragam.
Ubi jalar mengandung serat pangan yang berperan dalam menjaga fungsi saluran pencernaan. Asupan serat yang cukup membantu melancarkan buang air besar dan mendukung kesehatan usus.
Serat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membuat ubi jalar cocok dimasukkan ke dalam menu makan yang memperhatikan keseimbangan asupan energi.
Untuk memperoleh manfaatnya, ubi jalar dapat dikonsumsi bersama bahan pangan lain yang kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Sebaiknya, pola makan tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.
Ubi jalar berdaging oranye dikenal mengandung beta-karoten, yaitu pigmen alami yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Zat gizi ini penting untuk membantu menjaga kesehatan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan memelihara jaringan tubuh.
Jumlah beta-karoten dapat berbeda antara varietas ubi jalar. Ubi berdaging oranye umumnya menjadi sumber beta-karoten yang lebih menonjol dibandingkan varietas berdaging putih.
Karena itu, warna daging ubi jalar dapat memberikan petunjuk mengenai kandungan zat gizinya. Namun, warna saja tidak menggambarkan seluruh nilai gizi yang dimiliki makanan tersebut.
Baca Juga: 5 Dampak Konsumsi Gula Berlebihan pada Remaja, Bukan Hanya Picu Berat Badan Naik
Ubi jalar juga mengandung vitamin C, meskipun jumlah yang tersisa dapat dipengaruhi oleh cara penyimpanan dan pengolahan. Vitamin ini berperan dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi dari sumber nabati, serta mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Vitamin C cukup sensitif terhadap panas dan dapat berkurang selama proses memasak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir