Pendidikan
Rahman Abdullah

40 Buku PAI Resmi Terhubung Smart PAI, Ada Asisten AI yang Jawab Pertanyaan Siswa

40 Buku PAI Resmi Terhubung Smart PAI, Ada Asisten AI yang Jawab Pertanyaan Siswa

09 Agustus 2026 | 19:04

Keboncinta.com-- Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kini memasuki babak baru. Kementerian Agama (Kemenag) tidak hanya menghadirkan buku teks dalam format digital, tetapi juga menghubungkannya dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Melalui peluncuran 40 buku PAI dan Budi Pekerti, Kemenag menghadirkan ekosistem pembelajaran digital bernama Smart PAI. Platform ini dirancang untuk membantu guru dan peserta didik mengakses materi pembelajaran, mengerjakan soal, mengikuti aktivitas belajar, hingga memperoleh bantuan dari asisten AI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag menyesuaikan pendidikan agama dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter peserta didik.

Baca Juga: Gratis! Kemenag Terbitkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab untuk Siswa Madrasah

Kemenag Terbitkan 40 Buku PAI dan Budi Pekerti

Kementerian Agama menerbitkan 39 Buku Teks Utama PAI dan Budi Pekerti untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Selain itu, Kemenag juga menerbitkan satu buku ajar PAI untuk mahasiswa di perguruan tinggi umum. Dengan demikian, terdapat 40 buku yang menjadi bagian dari pengembangan bahan ajar PAI dalam ekosistem digital Smart PAI.

Seluruh buku tersebut dirancang agar dapat diakses dengan lebih mudah oleh guru dan peserta didik melalui platform digital yang telah disiapkan Kemenag.

Smart PAI Bukan Sekadar Tempat Membaca Buku

Smart PAI dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran berbasis web yang menyediakan berbagai fitur dalam satu platform.

Pengguna tidak hanya dapat membaca buku secara digital, tetapi juga memanfaatkan sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran.

Di dalam Smart PAI tersedia buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, serta asisten AI.

Dengan berbagai fitur tersebut, proses pembelajaran PAI diharapkan menjadi lebih fleksibel dan sesuai dengan kebiasaan generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji! Ini Alasan Kesehatan Mental Penting di Lingkungan Kerja

Ada Asisten AI yang Mengacu pada Buku Resmi Kemenag

Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah keberadaan asisten AI dalam Smart PAI.

Menariknya, asisten AI tersebut tidak bekerja seperti layanan AI generatif umum yang mengambil pengetahuan dari berbagai sumber secara luas. Sistem ini menggunakan sumber pengetahuan yang berasal dari 40 buku resmi PAI yang diterbitkan Kementerian Agama.

Dengan mekanisme tersebut, jawaban yang diberikan diharapkan tetap berada dalam lingkup materi pembelajaran yang telah disusun dan melalui proses validasi akademik.

Hal ini menjadi penting karena materi pendidikan agama membutuhkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan selaras dengan kurikulum yang berlaku.

Menag Dorong Pendidikan Agama Mengikuti Perkembangan Teknologi

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai transformasi digital dalam dunia pendidikan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Menurutnya, pola belajar generasi muda telah mengalami perubahan. Karena itu, pendidikan agama juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan substansi nilai-nilai keagamaan.

Perubahan tersebut membuat buku pelajaran tidak cukup hanya berfungsi sebagai sumber informasi. Bahan ajar perlu terhubung dengan sistem pembelajaran yang lebih interaktif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Guru Tetap Menjadi Bagian Penting dalam Pembelajaran

Meskipun memanfaatkan teknologi AI, Kemenag menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru.

Teknologi lebih diarahkan sebagai alat bantu untuk mempermudah proses penyampaian pengetahuan dan menyediakan sumber belajar yang lebih luas.

Guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Dengan kata lain, AI dapat membantu proses transfer pengetahuan, tetapi pendidikan karakter dan penanaman nilai tetap membutuhkan peran manusia.

Baca Juga: SKTP Tak Kunjung Terbit? Cek Jadwal Validasi Dapodik agar Data Tidak Tertunda ke Periode Berikutnya

Buku PAI Integrasikan Program Tuntas Baca Al-Qur'an

Selain mengadopsi teknologi digital, buku-buku PAI terbaru tersebut juga dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan pendidikan agama.

Salah satunya adalah kemampuan membaca Al-Qur'an melalui integrasi program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ).

Materi TBQ dimasukkan ke dalam elemen Al-Qur'an dan Hadis sehingga peserta didik tidak hanya mempelajari teori keagamaan, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur'an.

Langkah tersebut menjadi penting karena kemampuan membaca Al-Qur'an masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pendidikan agama.

Ada Nilai Kurikulum Cinta dalam Buku PAI

Materi dalam buku PAI dan Budi Pekerti tersebut juga mengintegrasikan Kurikulum Cinta.

Kurikulum ini menekankan lima nilai utama, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Selain itu, materi pembelajaran juga memuat tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, buku PAI tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki karakter dan kepedulian sosial.

Baca Juga: Tenggat Tunsus Guru Madrasah 2026 Ditambah, Masih Ada Waktu Ajukan Usulan Lewat EMIS GTK

Ini Daftar 40 Buku PAI yang Diluncurkan Kemenag

Secara keseluruhan, 40 buku yang diterbitkan Kementerian Agama terdiri atas beberapa kelompok berdasarkan jenjang pendidikan dan pengguna.

Berikut rinciannya:

  • 6 buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SD.

  • 6 buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SD.

  • 3 buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SMP.

  • 3 buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SMP.

  • 3 buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa SMA/SMK.

  • 3 buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SMA/SMK.

  • 12 buku PAI dan Budi Pekerti untuk guru SDLB, SMPLB, dan SMALB.

  • 3 buku pendamping untuk guru PAUD/TK.

  • 1 buku PAI untuk Perguruan Tinggi Umum (PTU).

Jumlah tersebut mencakup bahan ajar untuk peserta didik maupun guru pada berbagai jenjang pendidikan.

Pendidikan Agama Memasuki Era Pembelajaran Digital

Peluncuran 40 buku PAI yang terintegrasi dengan Smart PAI menjadi salah satu langkah Kementerian Agama dalam membawa pembelajaran agama Islam lebih dekat dengan perkembangan teknologi.

Kehadiran buku digital, kelas interaktif, bank soal, asesmen, perpustakaan digital, hingga asisten AI memberikan pilihan baru bagi guru dan peserta didik dalam mengakses materi pembelajaran.

Namun, transformasi tersebut tetap menempatkan nilai keagamaan dan karakter sebagai bagian utama pendidikan.

Teknologi pada akhirnya menjadi sarana untuk memperkuat pembelajaran, sementara guru tetap memegang peranan penting dalam membimbing peserta didik agar mampu menggunakan pengetahuan secara bijak.

Baca Juga: Tunsus Guru Madrasah 2026 Diperpanjang, Pengajuan Masih Dibuka hingga 12 Agustus

Kementerian Agama menghadirkan 40 buku PAI dan Budi Pekerti yang terintegrasi dengan platform digital Smart PAI berbasis kecerdasan buatan. Kehadiran platform ini memberikan akses yang lebih luas terhadap buku digital, kelas interaktif, bank soal, asesmen, perpustakaan digital, hingga asisten AI.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, langkah tersebut menunjukkan upaya Kemenag untuk membuat pendidikan agama lebih relevan dengan pola belajar generasi masa kini.

Meski demikian, teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti guru. Smart PAI justru diharapkan menjadi instrumen pendukung agar guru dapat lebih fokus pada pembentukan karakter, penanaman nilai keagamaan, serta pendampingan peserta didik.

Dengan memadukan bahan ajar resmi, kurikulum nasional, nilai-nilai keagamaan, dan teknologi AI, pembelajaran PAI diharapkan semakin mudah diakses sekaligus tetap memiliki fondasi karakter yang kuat.***

Tags:
kemenag PAI Era Digital AI Berita Pendidikan

Komentar Pengguna