Pendidikan
Rahman Abdullah

Kesempatan Guru Madrasah Mengajar di Luar Negeri, Ada Formasi SILN dan CLC

Kesempatan Guru Madrasah Mengajar di Luar Negeri, Ada Formasi SILN dan CLC

28 September 2026 | 11:16

Keboncinta.com-- Guru madrasah kini memiliki kesempatan untuk memperluas pengalaman profesional melalui penugasan mengajar di luar negeri. Pada 2026, Kementerian Agama membuka program seleksi bagi pendidik madrasah yang ingin mendapatkan pengalaman mengajar dalam lingkungan pendidikan internasional.

Program tersebut menjadi salah satu peluang bagi guru untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal sistem dan karakteristik pendidikan di negara lain. Selain menambah pengalaman, penugasan ini juga dapat memperluas wawasan guru dalam menjalankan profesinya.

Namun, kesempatan tersebut tidak dapat dilewatkan begitu saja. Calon peserta harus memperhatikan persyaratan, pilihan formasi, serta batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan.

Pendaftaran seleksi guru madrasah untuk penugasan ke luar negeri dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Kabar Gaji Guru 2026, Rapel TPG Disiapkan Oktober

Kemenag Buka Kesempatan Guru Madrasah ke Luar Negeri

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama membuka seleksi penempatan guru madrasah di sejumlah wilayah luar negeri.

Program yang dikenal dengan skema Go International tersebut memberikan kesempatan kepada pendidik untuk menjalankan tugas mengajar di luar Indonesia melalui proses seleksi yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan calon peserta adalah proses seleksi tidak dipungut biaya. Artinya, peserta tidak dikenakan biaya dalam mengikuti tahapan seleksi yang diselenggarakan melalui program tersebut.

Kesempatan ini juga dapat diikuti guru Non-ASN. Formasi yang tersedia mencakup kebutuhan Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta Pendidik Tetap pada Community Learning Center (CLC).

Setiap peserta hanya dapat memilih satu formasi. Karena itu, guru perlu memastikan pilihan formasi sesuai dengan kualifikasi akademik dan kompetensi atau bidang keahlian yang dimiliki.

Penempatan Tersedia di Sejumlah Negara

Program penugasan tersebut menawarkan lokasi mengajar di sejumlah wilayah di luar negeri. Destinasi yang disiapkan mencakup Kairo, Riyadh, Jeddah, Makkah, Singapura, Sabah, Sarawak, Kota Kinabalu, hingga Davao.

Masing-masing lokasi memiliki karakteristik lingkungan dan kebutuhan pendidikan yang berbeda. Kondisi tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi guru untuk memperoleh pengalaman mengajar dalam konteks sosial dan budaya yang beragam.

Bagi pendidik yang lolos seleksi, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan profesional sekaligus memperluas pemahaman mengenai praktik pendidikan di luar negeri.

Baca Juga: Kabar Terbaru Guru PPPK Paruh Waktu, Pengalihan ke Penuh Waktu Disiapkan Mulai 2027

Banyak Bidang Studi Dibutuhkan

Formasi yang tersedia tidak hanya diperuntukkan bagi satu bidang pendidikan. Sejumlah mata pelajaran dan kompetensi guru masuk dalam kebutuhan penempatan.

Beberapa bidang yang tersedia antara lain PGSD atau PGMI, Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta Bimbingan dan Konseling (BK).

Masih terdapat bidang pendukung lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pada lokasi penempatan.

Dengan beragamnya formasi tersebut, guru perlu mencermati latar belakang pendidikan dan bidang keahliannya sebelum menentukan pilihan.

Pendaftaran Berakhir 2 Oktober 2026

Kesempatan mengajar di luar negeri ini memiliki batas waktu pendaftaran sehingga guru yang berminat perlu memperhatikan jadwal dengan baik.

Pendaftaran seleksi dijadwalkan berlangsung sampai 2 Oktober 2026. Sebelum mengajukan diri, calon peserta perlu membaca seluruh persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan agar dokumen serta pilihan formasi sesuai dengan ketentuan seleksi.

Program Go International bagi guru madrasah menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas pengalaman mengajar sekaligus mengenal lingkungan pendidikan di negara lain.

Baca Juga: Kabar Terbaru Guru PPPK Paruh Waktu, Pengalihan ke Penuh Waktu Disiapkan Mulai 2027

Bagi guru yang memenuhi persyaratan, kesempatan ini dapat menjadi pengalaman profesional yang berbeda karena peserta akan berhadapan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan pendidikan yang beragam di luar Indonesia.***

Tags:
kemenag guru madrasah Guru

Komentar Pengguna