Keboncinta.com-- Membeli mobil listrik kini semakin mudah karena pilihan model di Indonesia terus bertambah. Dari mobil mungil untuk perkotaan hingga SUV dan MPV berukuran besar, konsumen memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran.
Namun, ada hal yang sebaiknya tidak dilupakan sebelum membawa pulang sebuah EV. Artinya, memilih EV sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga promo atau fitur yang sedang populer. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga nilai jualnya?
1. Pilih Merek dengan Dukungan Purnajual yang Jelas
Merek yang memiliki jaringan servis, ketersediaan suku cadang, dan layanan purnajual yang baik dapat memberikan rasa aman bagi pemilik berikutnya. Ketika mobil dijual, faktor tersebut bisa menjadi nilai tambah karena calon pembeli tidak terlalu khawatir mengenai perawatan.
2. Perhatikan Popularitas Model
Mobil yang banyak dikenal biasanya memiliki pasar bekas yang lebih mudah terbentuk. Semakin banyak pengguna suatu model, semakin mudah calon pembeli menemukan informasi mengenai harga, pengalaman penggunaan, hingga biaya perawatannya.
3. Cek Teknologi dan Kondisi Baterai
Baterai merupakan bagian penting dari mobil listrik. Karena itu, jangan hanya melihat kapasitas atau jarak tempuh ketika mobil masih baru. Pertimbangkan pula bagaimana teknologi baterainya, garansi yang diberikan, serta kemudahan mendapatkan pemeriksaan dan layanan baterai.
4. Hindari Terlalu Mengejar Model yang Cepat Berganti
Pasar EV berkembang sangat cepat. GAIKINDO mencatat jumlah model BEV di Indonesia telah meningkat dari 11 model pada 2021 menjadi 74 model pada Maret 2026.
5. Rawat dan Simpan Riwayat Kendaraan
Perawatan sederhana dapat membantu mempertahankan kondisi mobil. Servis rutin, menjaga baterai sesuai panduan penggunaan, serta menyimpan bukti perawatan akan menjadi nilai tambah ketika mobil ditawarkan kembali.
Menjaga resale value EV dimulai sejak hari pertama kendaraan dimiliki. Pilihan merek dan model memang penting, tetapi cara pemilik merawat kendaraan juga ikut menentukan.