KebonCinta.com-- Minum susu kerap menjadi bagian dari rutinitas pagi atau malam hari. Sebagian orang mengonsumsinya untuk melengkapi sarapan, sementara yang lain menjadikannya pilihan minuman setelah beraktivitas. Kebiasaan ini bisa memberikan manfaat bagi tubuh karena susu mengandung sejumlah zat gizi penting.
Susu sapi, misalnya, menyediakan protein, kalsium, fosfor, vitamin B2, dan vitamin B12. Beberapa produk juga diperkaya vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung fungsi tubuh, mulai dari pemeliharaan tulang hingga perbaikan jaringan.
Meski begitu, manfaat minum susu setiap hari tidak berarti semua orang harus mengonsumsinya dalam jumlah yang sama. Kebutuhan nutrisi dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, pola makan, serta kemampuan tubuh mencerna susu.
Lantas, apa saja manfaat yang bisa diperoleh jika susu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang?
Baca Juga: Minat Anak Muda Jadi Petani Rendah, Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pertanian
Salah satu keunggulan susu adalah kandungan kalsiumnya. Mineral ini diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan struktur tulang serta gigi agar tetap kuat.
Kalsium juga dibutuhkan dalam proses lain, termasuk kerja otot dan penghantaran sinyal saraf. Karena tubuh tidak dapat mengandalkan satu jenis makanan saja untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi, konsumsi susu dapat menjadi salah satu cara untuk melengkapi asupan kalsium harian.
Selain kalsium, fosfor dalam susu turut mendukung pembentukan tulang. Sementara itu, vitamin D pada susu yang telah diperkaya membantu penyerapan kalsium.
Namun, tulang yang sehat tidak hanya bergantung pada kebiasaan minum susu. Aktivitas fisik, kecukupan nutrisi secara keseluruhan, dan kebiasaan hidup juga perlu diperhatikan. Sumber kalsium lain, seperti ikan yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang diperkaya kalsium, serta sayuran tertentu, dapat menjadi alternatif.
Protein merupakan zat gizi yang diperlukan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Nutrisi ini juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon tertentu, serta komponen sistem kekebalan tubuh.
Susu mengandung protein yang dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Karena praktis dikonsumsi, susu bisa menjadi pelengkap menu sarapan atau camilan, terutama ketika seseorang membutuhkan tambahan asupan protein.
Meski demikian, kebutuhan protein sebaiknya dipenuhi dari beragam makanan. Telur, ikan, daging, kacang-kacangan, dan produk kedelai juga dapat menjadi sumber protein yang baik.
Bagi orang yang rutin berolahraga, asupan protein yang cukup perlu disertai pola makan seimbang dan latihan yang sesuai. Minum susu saja tidak otomatis meningkatkan massa otot tanpa dukungan aktivitas fisik dan kebutuhan energi yang memadai.
Masa anak-anak dan remaja merupakan periode penting untuk pertumbuhan. Pada tahap ini, tubuh memerlukan energi dan berbagai zat gizi untuk mendukung perkembangan tulang, otot, serta jaringan lainnya.
Susu dapat membantu melengkapi kebutuhan tersebut karena mengandung protein dan sejumlah mineral penting. Bagi anak yang asupan gizinya belum mencukupi, susu bisa menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pola makan.
Akan tetapi, susu bukan satu-satunya penentu pertumbuhan tinggi badan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir