Keboncinta.com-- Membeli mobil listrik kini bukan lagi sekadar mengikuti tren. Banyak konsumen mulai mempertimbangkan EV sebagai kendaraan harian karena biaya penggunaan yang relatif menarik, teknologi yang semakin berkembang, dan pilihan model yang semakin beragam.
Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu harga jual kembali.
Resale value penting bagi konsumen yang tidak berencana menggunakan mobil hingga bertahun-tahun.
Lantas, mobil listrik apa saja yang layak diperhatikan jika resale value menjadi salah satu pertimbangan?
1. Wuling Air EV
Wuling Air EV menjadi salah satu EV yang dikenal luas di Indonesia. Popularitasnya sebagai mobil listrik perkotaan membuat model ini memiliki pasar yang cukup mudah dikenali. Saat ini, beberapa unit Air EV bekas tahun 2023 tercatat ditawarkan mulai sekitar Rp128 juta–Rp145 juta di OTO.
2. Wuling Binguo EV
Binguo EV menarik perhatian karena menawarkan kabin lima penumpang dengan bentuk yang berbeda dari Air EV. Di pasar bekas, unit 2024 yang terdaftar di OTO tersedia mulai sekitar Rp210 juta.
3. Hyundai Ioniq 5
Ioniq 5 memiliki keunggulan dari sisi nama Hyundai, desain, teknologi, dan pengalaman merek dalam kendaraan listrik. Pasar bekasnya juga sudah terbentuk. OTO mencatat unit bekas Ioniq 5 tersedia mulai sekitar Rp440 juta.
4. MG 4 EV
MG 4 EV dapat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari hatchback listrik. Di pasar bekas, unit 2024 yang terdaftar saat ini mulai sekitar Rp270 juta, meskipun harga berbeda berdasarkan kondisi dan varian.
5. BYD M6
Sebagai MPV listrik, BYD M6 memiliki karakter yang dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia. Model ini juga termasuk salah satu EV dengan penjualan tinggi pada April 2026, mencapai 2.472 unit secara wholesales.
6. BYD Dolphin
Dolphin memiliki bentuk hatchback modern dan menjadi salah satu model BYD yang tersedia di pasar Indonesia. Popularitas merek dan pilihan produknya membuat model ini layak dipertimbangkan untuk penggunaan sekaligus nilai jual kembali.
7. Wuling Cloud EV
Cloud EV menawarkan ruang yang lebih besar dibandingkan model Wuling berukuran kecil. Pilihan ini menarik bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan tanpa meninggalkan kepraktisan mobil listrik.
Meski begitu, resale value tidak hanya ditentukan oleh merek atau model. Kondisi baterai, usia kendaraan, jarak tempuh, riwayat servis, kelengkapan dokumen, serta harga EV baru pada saat mobil dijual tetap berpengaruh besar.