Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperpanjang masa pendaftaran Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026. Calon mahasiswa yang ingin mengikuti program ini masih memiliki kesempatan untuk mendaftar hingga 21 September 2026.
BeZakat merupakan program yang dikelola Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kemenag. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa baru jenjang S1 semester gasal tahun akademik 2026/2027 yang telah diterima di perguruan tinggi mitra BeZakat.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui kanal resmi yang disediakan Kemenag. Calon peserta perlu mencermati persyaratan, memilih perguruan tinggi dan rumpun studi yang sesuai, serta menyelesaikan seluruh proses sebelum batas akhir pendaftaran.
Baca Juga: Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Logo dan Tema Resmi Diluncurkan 22 September Mendatang
BeZakat 2026 tidak hanya memberikan bantuan untuk membayar biaya pendidikan. Program ini juga dilengkapi dengan pembinaan dan pendampingan bagi mahasiswa selama menjalani masa studi.
Penerima beasiswa atau awardee akan memperoleh pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama delapan semester. Selain itu, tersedia bantuan biaya hidup selama 48 bulan serta bantuan laptop untuk mendukung kegiatan akademik.
Dukungan yang diberikan juga mencakup pembinaan karakter, nilai, dan kepemimpinan. Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, zakat tidak hanya dapat digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam waktu singkat. Dana zakat juga dapat diarahkan untuk pemberdayaan melalui pendidikan yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda.
Pendidikan diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, mempersiapkan masa depan, sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Baca Juga: Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027 yang Perlu Dicatat Mulai Sekarang
Dalam program BeZakat, bantuan pendidikan disertai dengan proses pembinaan. Kemenag memandang dukungan tersebut penting agar manfaat program tidak berhenti pada pembiayaan kuliah semata.
Para awardee diarahkan untuk memiliki pengetahuan, karakter, akhlak, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penerima manfaat agar dapat berkembang secara lebih menyeluruh.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan mampu berdiri secara mandiri, para penerima beasiswa diharapkan dapat kembali memberikan kontribusi kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat zakat diharapkan dapat terus berkembang dan dirasakan dalam jangka panjang.
Pelaksanaan BeZakat 2026 melibatkan 21 perguruan tinggi negeri yang menjadi mitra program. Jumlah tersebut terdiri atas 10 PTKIN dan 11 PTN.
Mitra PTKIN meliputi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Alauddin Makassar, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan UIN Raden Fatah Palembang.
Sementara itu, perguruan tinggi negeri yang menjadi mitra terdiri atas Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta Universitas Diponegoro.
Selain menggandeng perguruan tinggi, BeZakat 2026 juga melibatkan 26 Lembaga Amil Zakat (LAZ) mitra. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan dana zakat di bidang pendidikan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: TKA 2026 Makin Dekat, Catat Jadwal Ujian Empat Hari dan Pembagian Mata Pelajaran untuk Siswa
Secara garis besar, ada empat dukungan utama yang disiapkan bagi penerima BeZakat 2026.
Pertama, mahasiswa mendapatkan pembiayaan UKT selama delapan semester. Kedua, tersedia bantuan biaya hidup berupa uang saku bulanan selama 48 bulan.
Ketiga, penerima memperoleh bantuan laptop untuk menunjang kebutuhan perkuliahan dan aktivitas akademik. Keempat, awardee mendapatkan pembinaan dan pendampingan yang meliputi karakter, nilai, serta kepemimpinan.
Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai rumpun ilmu. Bidang studi yang tercakup antara lain sains dan teknik, kesehatan, ekonomi, hukum dan sosial, pendidikan, serta manajemen zakat dan wakaf.
Cakupan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari beragam disiplin ilmu untuk memperoleh dukungan pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi yang dapat digunakan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Pengembangan BeZakat menjadi salah satu langkah Ditjen Bimas Islam dalam memperluas pemanfaatan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut juga dikaitkan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya agenda Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Waryono menekankan bahwa pengelolaan zakat untuk pemberdayaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, lembaga zakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan unsur lainnya perlu membangun ekosistem bersama agar dana zakat dapat dikelola secara tepat dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Pemanfaatan dana zakat untuk pendidikan juga sejalan dengan semangat Layanan Keagamaan Berdampak. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa saat ini, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas penerima manfaat sehingga memiliki bekal menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran hingga 21 September 2026, calon mahasiswa yang memenuhi ketentuan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti BeZakat 2026.