Kesehatan
Rahman Abdullah

Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya? Kenali 3 Faktor yang Bisa Memengaruhi Pertumbuhannya

Anak Lebih Pendek dari Teman Sebaya? Kenali 3 Faktor yang Bisa Memengaruhi Pertumbuhannya

28 Oktober 2026 | 19:18

KebonCinta.com-- Melihat anak memiliki tinggi badan yang berbeda dari teman-teman seusianya terkadang membuat orang tua khawatir. Sebagian mulai membandingkan pertumbuhan anak dengan saudara atau teman sekolahnya, lalu bertanya-tanya apakah perkembangan tersebut sudah sesuai dengan usianya.

Tinggi badan anak memang dipengaruhi faktor keturunan. Namun, genetik bukan satu-satunya hal yang berperan. Kecukupan gizi, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan lingkungan juga dapat memengaruhi proses pertumbuhan.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa anak mengalami gangguan pertumbuhan hanya karena terlihat lebih pendek. Ada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu anak tumbuh secara optimal, termasuk pola konsumsi minuman berkafein, asupan protein, dan waktu tidur.

Baca Juga: Ubi Jalar Kaya Serat dan Vitamin, Ini 7 Kandungan Gizi yang Perlu Diketahui 

1. Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Berkafein Perlu Diperhatikan

Teh, kopi, minuman energi, dan beberapa minuman kemasan mengandung kafein dalam jumlah yang berbeda-beda. Pada anak-anak, konsumsi kafein perlu dibatasi karena dapat menimbulkan efek seperti sulit tidur, gelisah, atau jantung berdebar.

Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kebutuhan istirahat anak, padahal tidur berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Selain itu, teh yang diminum bersamaan dengan makanan dapat mengurangi penyerapan zat besi dari sumber nabati. Jika pola makan anak kurang beragam, kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi untuk mencegah kekurangan zat besi.

Meski demikian, kafein tidak terbukti secara langsung membuat anak menjadi pendek. Fokus utama orang tua adalah membatasi minuman berkafein, terutama pada anak yang masih kecil, serta menyediakan air putih dan makanan bergizi sebagai pilihan sehari-hari.

2. Asupan Protein yang Tidak Memadai Bisa Menghambat Pertumbuhan

Protein merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot. Pada masa pertumbuhan, kebutuhan protein perlu dipenuhi bersama energi, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.

Daging, ikan, telur, susu, tempe, tahu, serta kacang-kacangan dapat menjadi pilihan sumber protein. Protein hewani memang menyediakan sejumlah zat gizi penting, tetapi protein nabati juga dapat berkontribusi memenuhi kebutuhan anak jika dikonsumsi dalam pola makan yang beragam dan cukup.

Jika asupan energi dan protein terus-menerus tidak mencukupi, pertumbuhan anak dapat terganggu. Kondisi ini tidak selalu terlihat dari tinggi badan saja, tetapi juga bisa disertai berat badan yang sulit bertambah atau tanda kekurangan gizi lainnya.

Orang tua dapat membiasakan jadwal makan teratur dengan menu yang bervariasi. Bila anak sangat pemilih dalam hal makanan, mengalami penurunan berat badan, atau sulit makan dalam waktu lama, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan langkah yang sesuai.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Buah Matoa dari Papua, Buah Tropis dengan Rasa yang Khas 

3. Kurang Tidur Dapat Mengganggu Proses Pertumbuhan

Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah anak bermain dan belajar. Selama tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan dan perkembangan, termasuk pelepasan hormon pertumbuhan.

Anak yang sering tidur larut malam atau memiliki waktu tidur yang tidak mencukupi dapat mengalami gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, dan kelelahan pada siang hari. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur yang buruk juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Kebutuhan tidur berbeda menurut usia. Anak usia sekolah umumnya memerlukan sekitar 9–12 jam tidur setiap malam, sedangkan remaja biasanya membutuhkan sekitar 8–10 jam.

Orang tua dapat membantu dengan menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman. Tidak ada satu rentang jam tertentu pada malam hari yang menjadi satu-satunya waktu tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan; kualitas dan kecukupan tidur secara keseluruhan lebih penting.

Tinggi Badan Anak Tidak Ditentukan oleh Satu Faktor Saja

Selain asupan gizi dan tidur, tinggi badan anak dipengaruhi oleh keturunan, kondisi kesehatan, hormon, serta tahap perkembangan. Karena itu, membandingkan anak dengan teman sebaya saja tidak cukup untuk menilai apakah pertumbuhannya normal.

Cara yang lebih tepat adalah memantau tinggi dan berat badan secara berkala, kemudian membandingkannya dengan kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Tinggi badan anak Pertumbuhan anak Gizi Anak

Komentar Pengguna