Parenting
M. Panji Maulana

Anak Tidak Mau Sikat Gigi? Ini 8 Cara Membentuk Kebiasaan Menjaga Kesehatan Gigi Sejak Dini

Anak Tidak Mau Sikat Gigi? Ini 8 Cara Membentuk Kebiasaan Menjaga Kesehatan Gigi Sejak Dini

08 November 2026 | 12:50

AAP menyebutkan bahwa sebagian besar anak masih membutuhkan bantuan hingga sekitar usia 8 tahun.

Orang tua sebaiknya tidak memberikan pasta gigi dalam jumlah berlebihan karena anak kecil mungkin belum mampu meludahkannya dengan baik.

8 Cara Membiasakan Anak Menyikat Gigi Tanpa Memaksa

Membangun kebiasaan menyikat gigi membutuhkan pengulangan dan suasana yang menyenangkan.

Orang tua tidak harus langsung menuntut anak menyikat seluruh permukaan gigi dengan sempurna. Mulailah dari pengenalan dan pembiasaan secara bertahap.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.

1. Jadikan Menyikat Gigi sebagai Rutinitas Harian

Tentukan waktu menyikat gigi yang konsisten, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Gunakan urutan kegiatan yang sama setiap hari agar anak mulai mengenali bahwa menyikat gigi merupakan bagian dari aktivitas rutin.

Misalnya, setelah sarapan anak mencuci tangan, membersihkan wajah, kemudian menyikat gigi.

Pada malam hari, kegiatan tersebut dapat dilakukan setelah anak selesai makan dan sebelum masuk kamar tidur.

Rutinitas yang konsisten membantu anak memahami bahwa menyikat gigi bukan kegiatan yang dilakukan hanya ketika orang tua mengingatkannya.

2. Biarkan Anak Memilih Sikat Gigi Sendiri

Libatkan anak ketika memilih sikat gigi khusus anak.

Orang tua dapat memberikan dua pilihan yang sama-sama memenuhi standar kesehatan, misalnya sikat gigi bergambar hewan atau karakter dengan warna berbeda.

Cara tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihan tanpa mengabaikan kebutuhan kebersihan gigi.

Pastikan sikat yang dipilih mempunyai kepala kecil, bulu lembut, dan pegangan yang sesuai dengan ukuran tangan anak.

3. Gunakan Lagu atau Permainan saat Menyikat Gigi

Anak dapat lebih tertarik menyikat gigi ketika kegiatan tersebut dikemas menjadi permainan.

Orang tua dapat menyanyikan lagu pendek selama proses menyikat gigi atau menggunakan penghitung waktu berbentuk permainan.

AAP menyarankan kegiatan menyikat gigi dibuat menyenangkan, misalnya dengan bernyanyi, bergantian memegang sikat, atau menggunakan aplikasi pendukung yang sesuai.

Namun, permainan tetap perlu diarahkan agar seluruh permukaan gigi dibersihkan, bukan hanya membuat anak memegang sikat tanpa menyikat gigi dengan benar.

4. Berikan Contoh dengan Menyikat Gigi Bersama

Anak banyak belajar melalui pengamatan terhadap perilaku orang tua.

Karena itu, cobalah menyikat gigi bersama anak di depan cermin.

Tunjukkan bagaimana cara menggerakkan sikat secara perlahan, membersihkan bagian depan, belakang, dan permukaan untuk mengunyah.

Orang tua juga dapat menjelaskan kegiatan tersebut menggunakan kalimat sederhana.

Misalnya, "Sekarang kita bersihkan gigi bagian belakang supaya sisa makanan tidak menempel."

Keteladanan membuat anak lebih mudah memahami bahwa menjaga kesehatan gigi merupakan kebiasaan seluruh anggota keluarga.

5. Gunakan Penjelasan Sederhana tentang Manfaat Sikat Gigi

Jangan menjelaskan kesehatan gigi dengan istilah medis yang terlalu rumit.

Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak.

Contohnya:

"Kalau gigi tidak dibersihkan, sisa makanan bisa menempel."

"Kita sikat gigi supaya gigi tetap bersih dan sehat."

"Kalau gigi sakit, nanti makan dan bermain bisa terasa tidak nyaman."

Orang tua juga dapat menggunakan buku cerita bergambar untuk memperkenalkan pentingnya kebersihan gigi.

Hindari menakut-nakuti anak dengan cerita berlebihan mengenai gigi berlubang atau dokter gigi.

6. Berikan Pujian atas Usaha Anak

Ketika anak bersedia memegang sikat gigi, membuka mulut, atau mencoba membersihkan giginya, berikan apresiasi.

Contohnya:

"Bagus, hari ini kamu sudah mau menyikat gigi."

"Kamu sudah mencoba membersihkan gigi bagian depan."

Pujian yang spesifik membantu anak memahami perilaku positif yang perlu dipertahankan.

Namun, jangan menjadikan makanan manis sebagai hadiah karena hal tersebut justru bertentangan dengan tujuan menjaga kesehatan gigi.

7. Hindari Membentak atau Memaksa Anak

Jika anak menolak menyikat gigi, jangan langsung membentak atau memaksanya secara kasar.

Cari tahu terlebih dahulu penyebab penolakan.

Apakah sikatnya terlalu besar? Apakah pasta giginya terasa tidak nyaman? Apakah gusi sedang sakit?

Jika anak sedang sangat tidak nyaman, tenangkan terlebih dahulu dan coba kembali dengan pendekatan yang lebih sesuai.

Menyikat gigi perlu menjadi pengalaman positif agar anak tidak mengembangkan ketakutan terhadap kegiatan tersebut.

8. Tetap Dampingi Anak hingga Mampu Menyikat Gigi dengan Benar

Meskipun anak sudah dapat memegang sikat sendiri, bukan berarti ia sudah mampu membersihkan seluruh permukaan gigi secara optimal.

Orang tua perlu tetap membantu dan mengawasi.

Perhatikan apakah anak sudah menyikat bagian depan, belakang, serta permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.

AAP menyarankan pendampingan hingga anak mempunyai keterampilan yang cukup, umumnya sekitar usia 8 tahun.

Setelah anak lebih terampil, orang tua tetap perlu memeriksa apakah kebiasaan menyikat gigi dilakukan secara teratur dan benar.

Bagaimana Cara Menyikat Gigi Anak dengan Benar?

Selain membangun kebiasaan, orang tua perlu memastikan teknik menyikat gigi dilakukan dengan tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.

1. Gunakan sikat gigi sesuai usia.

Pilih sikat dengan kepala kecil dan bulu lembut agar nyaman digunakan pada mulut anak.

2. Gunakan pasta gigi berfluoride.

Oleskan pasta gigi sesuai jumlah yang dianjurkan berdasarkan usia anak.

3. Sikat seluruh permukaan gigi.

Bersihkan bagian luar, bagian dalam, dan permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.

4. Gunakan gerakan lembut.

AAP menyarankan gerakan melingkar secara perlahan pada permukaan gigi. Hindari menyikat terlalu keras karena dapat membuat gusi tidak nyaman.

5. Lakukan selama sekitar dua menit.

Waktu tersebut membantu memastikan proses pembersihan tidak dilakukan terlalu cepat.

6. Awasi penggunaan pasta gigi.

Pastikan anak tidak menelan pasta gigi. Bantu anak meludahkan sisa pasta ketika sudah mampu melakukannya.

7.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 4
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Parenting anak tidak mau sikat gigi kesehatan gigi anak kebersihan diri anak perawatan gigi susu pola asuh balita

Komentar Pengguna