Keboncinta.com-- Gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meski teknologi memberikan banyak manfaat sebagai sarana belajar dan hiburan, penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan berbagai masalah serius.
Tanpa pengawasan dan pembatasan yang tepat, anak berisiko mengalami kecanduan gawai yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga perkembangan sosialnya.
Karena itu, orang tua perlu memahami dampak penggunaan gawai yang berlebihan sekaligus mengetahui batas waktu penggunaan layar (screen time) yang dianjurkan agar tumbuh kembang anak tetap berjalan secara optimal.
Baca Juga: Mengapa Pendidikan Ibu Sangat Berpengaruh terhadap Kesuksesan Anak? Ini Penjelasannya
Kecanduan gawai bukan hanya membuat anak terlalu sering memegang ponsel atau tablet. Kondisi ini juga dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan mereka.
Dari sisi psikologis, anak yang terlalu bergantung pada gawai cenderung merasa gelisah ketika tidak memegang perangkat elektronik. Mereka juga lebih memilih menghabiskan waktu di dalam rumah dibandingkan berinteraksi dengan teman sebaya, sehingga kemampuan bersosialisasi dapat menurun.
Selain itu, penggunaan gawai yang berlebihan juga sering menyebabkan anak sulit berkonsentrasi saat belajar, sehingga berpotensi memengaruhi prestasi akademik.
Tidak hanya berdampak pada perilaku, kecanduan gawai juga dapat mengganggu kesehatan fisik anak.
Paparan layar dalam waktu lama berisiko menyebabkan kelelahan mata, gangguan penglihatan, penurunan kualitas tidur, hingga keluhan nyeri pada leher, bahu, atau punggung akibat posisi tubuh yang kurang baik saat menggunakan gawai.
Apabila berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas anak dalam jangka panjang.
Baca Juga: Jangan Langsung Menyebut Anak Nakal! Bisa Jadi Orang Tua yang Perlu Mengubah Cara Pandang
Sebelum anak mengalami ketergantungan terhadap gawai, orang tua dianjurkan mulai menerapkan kebiasaan penggunaan perangkat digital secara bijak.
Mengutip anjuran Kementerian Kesehatan, orang tua perlu menjadi teladan dalam menggunakan gawai. Anak cenderung meniru kebiasaan yang dilakukan orang tuanya, sehingga contoh yang baik akan lebih mudah diterapkan dibandingkan sekadar memberikan larangan.
Selain itu, orang tua juga perlu menetapkan aturan mengenai durasi penggunaan gawai atau screen time.
Screen time adalah waktu yang digunakan seseorang untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik seperti telepon genggam, komputer, televisi, maupun permainan video.
Agar kesehatan dan perkembangan anak tetap terjaga, durasi penggunaan layar perlu disesuaikan dengan usia, yaitu:
Anak usia 2–5 tahun dianjurkan menggunakan gawai maksimal 1 jam per hari.
Anak usia 6–12 tahun disarankan menggunakan gawai maksimal 1,5 jam per hari.
Remaja usia 12–18 tahun dianjurkan membatasi penggunaan gawai hingga 2 jam per hari.
Bayi dan anak berusia di bawah 12 bulan tidak direkomendasikan menggunakan gawai.
Pembatasan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dengan aktivitas fisik, belajar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Jangan Salah Belajar! TKA 2026 SMK Terapkan Soal Matematika Sesuai Jurusan, Ini Pembagian Lengkapnya
Bagi anak yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kecanduan, orang tua sebaiknya tidak langsung melarang secara drastis. Pengurangan screen time dapat dilakukan secara bertahap hingga mencapai batas yang direkomendasikan.
Di samping itu, ajak anak melakukan berbagai aktivitas alternatif seperti membaca buku, bermain di luar rumah, berolahraga, menggambar, atau melakukan kegiatan kreatif lainnya agar perhatian mereka tidak hanya terfokus pada layar gawai.
Konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan juga menjadi kunci keberhasilan mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital.
Penggunaan gawai memang memberikan banyak manfaat apabila dilakukan secara bijak. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memicu kecanduan yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, kemampuan bersosialisasi, hingga prestasi belajar anak.
Dengan menerapkan batas screen time sesuai usia, memberikan teladan yang baik, serta mengajak anak aktif melakukan kegiatan di luar gawai, orang tua dapat membantu menciptakan kebiasaan digital yang lebih sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.***