Berita
Hilmi An Naufal

BAZNAS Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Dhuafa, Penerima Dapat Bantuan Rp4 Juta

BAZNAS Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Dhuafa, Penerima Dapat Bantuan Rp4 Juta

30 Agustus 2026 | 07:58

Keboncinta — Badan Amil Zakat Nasional resmi membuka Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 bagi 2.500 santri dhuafa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Peluncuran program berlangsung di Pondok Pesantren Al-Wahabiyah, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026. Beasiswa tersebut ditujukan kepada santri kelas 12 Madrasah Aliyah atau sederajat yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Setiap penerima akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp4 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah. Selain bantuan dana, peserta akan mendapatkan pembinaan akademik, sedangkan pesantren pengelola memperoleh dukungan peningkatan kapasitas pelaksanaan program.

Program ini tidak semata-mata memberikan bantuan biaya. BAZNAS juga menyediakan pendampingan seperti bimbingan belajar untuk membantu santri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, perguruan tinggi swasta unggulan, maupun sekolah kedinasan.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan program tersebut telah menjangkau puluhan ribu penerima. Sepanjang 2021–2025, sebanyak 32.418 santri dari berbagai daerah tercatat menerima manfaat untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 7.300 peserta berhasil diterima di PTN, PTKIN, perguruan tinggi swasta unggulan, dan sekolah kedinasan. Dari 10 ribu penerima manfaat pada tahun tersebut, sebanyak 4.779 santri merupakan generasi pertama dalam keluarganya yang berkesempatan mengejar pendidikan sarjana.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dukungan persiapan masuk kuliah memiliki arti penting bagi santri dari keluarga kurang mampu. Hambatan mereka tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap bimbingan belajar, informasi perguruan tinggi, dan pendampingan selama proses seleksi.

Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad menjelaskan program tersebut terutama diperlukan santri di kawasan pelosok yang aksesnya terhadap perguruan tinggi favorit masih terbatas.

Pesantren akan memiliki peranan penting dalam mendata calon penerima, melaksanakan pendampingan, dan memastikan santri mengikuti kegiatan pembinaan. Karena itu, santri yang berminat sebaiknya berkoordinasi dengan pengelola pesantrennya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengapresiasi program tersebut karena sebagian besar wali santri berasal dari kelompok ekonomi yang membutuhkan dukungan pendidikan.

BAZNAS berharap program ini dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi santri untuk menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan bidang profesional lainnya.

Informasi mengenai jadwal, persyaratan dokumen, pesantren mitra, dan mekanisme pendaftaran perlu dipantau melalui situs serta media sosial resmi BAZNAS. Calon peserta sebaiknya tidak mengirimkan data pribadi atau melakukan pembayaran kepada akun yang tidak dapat diverifikasi.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna