Keboncinta.com-- Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 resmi dimulai pada Selasa, 3 Februari 2026. Antusiasme tinggi tampak dari para siswa eligible yang bersiap memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri (PTN) impian.
Namun, di balik semangat tersebut, muncul satu pertanyaan penting: seberapa besar pengaruh indeks sekolah dan keberadaan alumni di PTN tujuan terhadap peluang lolos SNBP?
Indeks sekolah kerap menjadi topik perbincangan karena dianggap sebagai faktor “tak kasat mata” dalam seleksi SNBP. Secara umum, indeks sekolah berfungsi sebagai alat penyesuaian atau koreksi nilai rapor.
Dengan mekanisme ini, nilai rapor yang sama dari dua sekolah berbeda dapat memiliki bobot penilaian yang tidak identik di mata PTN.
Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana, menjelaskan bahwa penerapan indeks sekolah memang dimungkinkan dalam proses seleksi.
Artinya, nilai rapor siswa dapat dipersepsikan berbeda tergantung pada rekam jejak akademik sekolah asal berdasarkan data historis yang dimiliki perguruan tinggi.
Namun demikian, Riza menegaskan bahwa tidak ada standar nasional tunggal terkait indeks sekolah. Setiap PTN memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah akan menggunakan indeks sekolah atau tidak, termasuk sumber data yang dijadikan rujukan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penggunaan indeks sekolah bersifat opsional, bukan kewajiban. Ada PTN yang menjadikannya sebagai pertimbangan tambahan, namun ada pula yang sama sekali tidak menerapkannya dalam seleksi SNBP 2026.
Baca Juga: Seleksi Masuk PTN Jalur Prestasi Dimulai! Siswa Kelas 12 Didorong Segera Daftar SNBP 2026
Apakah Alumni Sekolah di PTN Tujuan Berpengaruh?
Selain indeks sekolah, keberadaan alumni dari sekolah yang sama di PTN tujuan juga kerap dipertanyakan.
Menurut Riza, sebagian PTN memang mempertimbangkan data historis penerimaan, seperti jumlah siswa dari sekolah tertentu yang lolos pada tahun-tahun sebelumnya.
Tujuannya adalah melihat korelasi antara nilai rapor siswa dan performa akademik alumni saat menjalani perkuliahan.
Meski demikian, hal tersebut tidak berarti sekolah yang belum memiliki alumni di PTN tertentu otomatis dirugikan.
Riza justru mendorong siswa dari sekolah yang belum memiliki rekam jejak di PTN tujuan agar tetap percaya diri mendaftar melalui jalur SNBP.
Baca Juga: Seleksi PPPK Guru SMA Unggul Garuda Resmi Dibuka Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi Pelamar
“Beberapa PTN menggunakan SNBP untuk melebarkan sayap, mencari talenta-talenta unggul dari sekolah yang sebelumnya belum punya alumni di kampus mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada SNBP tahun sebelumnya terjadi peningkatan jumlah sekolah asal siswa yang diterima. Hal ini menunjukkan keterbukaan PTN terhadap keragaman latar belakang sekolah.
Ranking Siswa Tetap Jadi Faktor Penting
Terlepas dari ada atau tidaknya indeks sekolah, peringkat siswa di sekolah asal tetap memegang peranan penting.
Sejumlah PTN bahkan memberikan bobot cukup besar pada ranking untuk membandingkan prestasi akademik siswa dalam satu sekolah.
Senada dengan itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan bahwa indeks sekolah bukanlah alat untuk mendiskriminasi atau mem-blacklist sekolah tertentu.
Baca Juga: SNBP 2026 Resmi Dibuka! Siswa Kelas 12 Wajib Cermat Ikuti Tahapan Pendaftaran Agar Lolos PTN
Dengan penjelasan tersebut, siswa peserta SNBP 2026 diimbau untuk lebih fokus pada kualitas rapor, peringkat di sekolah, dan prestasi pribadi, tanpa perlu terlalu khawatir soal indeks sekolah atau keberadaan alumni.
Kesempatan lolos tetap terbuka bagi siapa pun yang memenuhi kriteria prestasi terbaik, terlepas dari latar belakang sekolah.***