Keboncinta.com-- Di era digital yang serba cepat, hampir setiap orang pernah merasakan perasaan aneh ketika melihat orang lain melakukan sesuatu yang tampak menarik. Teman sedang liburan ke tempat baru, seseorang memamerkan pencapaian karier, atau unggahan tentang acara seru yang ternyata tidak kita hadiri. Perasaan seperti itu sering muncul tiba-tiba seolah ada sesuatu yang tertinggal dari hidup kita. Fenomena ini dikenal dengan istilah Fear of Missing Out atau yang lebih populer disebut FOMO.
Bagi banyak anak muda, khususnya generasi Z, FOMO bukan lagi sekadar istilah psikologis. Ia perlahan berubah menjadi bagian dari gaya hidup. Kehidupan yang selalu terhubung dengan media sosial membuat setiap momen orang lain terasa begitu dekat dan nyata. Dalam hitungan detik, seseorang bisa melihat apa yang sedang dilakukan ratusan bahkan ribuan orang di sekitarnya.
Hal inilah yang membuat perasaan tertinggal semakin mudah muncul. Ketika seseorang membuka media sosial, ia tidak hanya melihat satu cerita, tetapi puluhan bahkan ratusan cerita yang menunjukkan berbagai aktivitas menarik. Ada yang sedang traveling, ada yang memulai bisnis baru, ada yang memenangkan lomba, bahkan ada yang sekadar menikmati kopi di kafe estetik. Tanpa disadari, semua itu membentuk standar tidak tertulis tentang bagaimana hidup seharusnya dijalani.
Padahal kenyataannya, media sosial sering kali hanya menampilkan potongan terbaik dari kehidupan seseorang. Jarang sekali orang membagikan kegagalan, kebingungan, atau rasa lelah yang sebenarnya juga menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka. Namun karena yang terlihat hanya sisi cerahnya saja, banyak orang akhirnya merasa hidupnya kurang menarik dibandingkan orang lain.
Perasaan FOMO ini sering membuat seseorang terus-menerus ingin mengikuti apa yang sedang populer. Ketika ada tren baru, muncul dorongan untuk ikut mencoba. Ketika ada tempat yang sedang viral, terasa seperti sebuah kewajiban untuk datang dan merasakannya juga. Jika tidak, muncul perasaan seolah-olah kita sedang tertinggal dari dunia yang bergerak cepat.
Dalam banyak kasus, FOMO tidak hanya memengaruhi pilihan gaya hidup, tetapi juga kondisi mental seseorang. Ada orang yang merasa gelisah jika tidak membuka media sosial selama beberapa jam. Ada juga yang merasa hidupnya kurang bermakna hanya karena tidak memiliki pengalaman yang terlihat “seru” seperti orang lain.