Berita
Rahman Abdullah

BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan Ikan Sapu-Sapu, Ternyata Menyimpan Logam Berat Berbahaya

BRIN Ungkap Fakta Mengejutkan Ikan Sapu-Sapu, Ternyata Menyimpan Logam Berat Berbahaya

06 Juli 2026 | 12:30

Keboncinta.com-- Selama ini ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang mampu bertahan hidup di sungai dan perairan dengan kondisi tercemar. Kemampuannya hidup di lingkungan ekstrem bahkan membuat ikan ini sering dianggap sebagai "pembersih" sungai. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap fakta yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan menyerap logam berat dari lingkungan, tetapi tidak mampu mengeluarkannya kembali.

Kondisi tersebut menyebabkan zat-zat berbahaya terus menumpuk di dalam tubuh ikan dan berpotensi berpindah ke rantai makanan, termasuk jika dikonsumsi manusia. Lantas, seberapa besar ancaman yang ditimbulkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: TKA SMA 2026 Segera Dimulai, Peserta Perlu Mencermati Jadwal dan Tahapan Pelaksanaannya

BRIN Ungkap Ikan Sapu-Sapu Menjadi Penampung Logam Berat

Temuan terbaru BRIN menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan mengakumulasi berbagai logam berat yang terdapat di perairan tercemar. Berbeda dengan organisme lain yang dapat mengurangi kadar zat berbahaya melalui proses biologis, ikan ini justru menyimpan logam berat dalam jaringan tubuhnya selama hidup.

Semakin lama hidup di lingkungan yang tercemar, semakin tinggi pula kadar logam berat yang terakumulasi. Hal inilah yang membuat ikan sapu-sapu menjadi indikator adanya pencemaran serius pada suatu badan air.

Spesies Invasif yang Mampu Bertahan di Perairan Tercemar

Ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang memiliki daya adaptasi sangat tinggi. Hewan ini banyak ditemukan di sungai, danau, hingga saluran air perkotaan dengan kualitas air yang buruk.

Kemampuannya bertahan pada kondisi minim oksigen dan penuh polutan memang membuat populasinya berkembang pesat. Namun, keberadaannya juga menjadi pertanda bahwa kualitas lingkungan perairan mengalami penurunan akibat pencemaran.

Baca Juga: Pelaksanaan MPLS Ramah 2026 Mengutamakan Kenyamanan Siswa, Enam Larangan Perlu Dipatuhi Sekolah

Risiko Logam Berat Masuk ke Rantai Makanan

Bahaya utama tidak berhenti pada ikan sapu-sapu itu sendiri. Kandungan logam berat yang tersimpan di dalam tubuhnya dapat berpindah ke makhluk hidup lain melalui rantai makanan.

Jika ikan tersebut dimakan oleh predator atau dikonsumsi manusia, zat berbahaya ikut masuk ke dalam tubuh. Paparan logam berat dalam jangka panjang diketahui berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kerusakan organ hingga gangguan sistem saraf.

Temuan ini menjadi perhatian penting, terutama di daerah yang masih memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai sumber pangan alternatif.

Mengancam Keanekaragaman Hayati Perairan

Selain berpotensi membahayakan kesehatan, ikan sapu-sapu juga memberikan dampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem.

Sebagai spesies invasif, ikan ini mampu berkembang biak dengan cepat dan bersaing memperebutkan makanan serta habitat dengan ikan lokal. Akibatnya, populasi spesies asli dapat terus menurun sehingga keanekaragaman hayati di perairan semakin terancam.

Ketika kondisi ini terjadi bersamaan dengan pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem menjadi semakin sulit dipulihkan.

Baca Juga: Tubuh Manusia Ternyata 60 Persen Air, Lalu Mengapa Kita Tetap Harus Minum Setiap Hari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pengendalian Pencemaran Menjadi Solusi Utama

Hasil penelitian BRIN menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya keberadaan ikan sapu-sapu, melainkan kualitas lingkungan perairan yang telah tercemar.

Pengurangan limbah industri maupun rumah tangga yang masuk ke sungai menjadi langkah penting untuk menghentikan akumulasi logam berat di lingkungan. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai risiko mengonsumsi ikan dari perairan tercemar juga perlu terus ditingkatkan.

Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas perairan sekaligus melindungi kesehatan manusia dari dampak pencemaran lingkungan.

Temuan BRIN mengungkap bahwa ikan sapu-sapu bukan sekadar spesies yang mampu bertahan di lingkungan tercemar, tetapi juga dapat menjadi penyimpan logam berat yang berpotensi membahayakan kesehatan apabila masuk ke rantai makanan.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Ketentuan Pengangkatan PPPK Paruh Waktu dalam PermenPAN RB Nomor 9 Tahun 2026

Selain mengancam manusia, keberadaan ikan invasif ini turut mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Karena itu, upaya mengurangi pencemaran air menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan Indonesia.***

Tags:
berita nasional Sains BRIN

Komentar Pengguna