Keboncinta.com-- Garam adalah kebutuhan pokok yang hampir selalu ada di dapur. Namun, tidak banyak orang mengetahui bagaimana proses pengolahan garam di laut dilakukan hingga akhirnya menjadi garam yang siap digunakan. Proses ini umumnya masih memanfaatkan cara alami dengan bantuan sinar matahari dan angin laut.
1. Pengambilan Air Laut
Proses pembuatan garam dimulai dengan mengalirkan air laut ke petak-petak tambak garam. Air laut dipilih karena mengandung kadar garam alami yang cukup tinggi. Lokasi tambak biasanya berada di daerah pesisir yang panas dan memiliki curah hujan rendah.
2. Proses Penguapan Alami
Setelah air laut masuk ke tambak, air tersebut dibiarkan menguap secara alami dengan bantuan sinar matahari dan angin. Penguapan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan meningkatkan konsentrasi garam. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung kondisi cuaca.
3. Pemekatan Air Laut
Air laut dialirkan secara bertahap dari satu petak ke petak lainnya. Setiap petak berfungsi untuk meningkatkan kadar garam dalam air. Semakin pekat airnya, semakin dekat proses pembentukan kristal garam.
4. Pembentukan Kristal Garam
Saat kadar air sudah sangat rendah, garam mulai mengendap dan membentuk kristal di dasar tambak. Kristal inilah yang nantinya akan dipanen. Proses ini biasanya terjadi saat cuaca panas dan stabil.
5. Pemanenan Garam
Kristal garam yang sudah terbentuk kemudian dikumpulkan secara manual menggunakan alat sederhana seperti garpu kayu atau sekop khusus. Garam yang dipanen masih bercampur dengan kotoran halus dan perlu dibersihkan.
6. Pencucian dan Pengeringan
Garam yang telah dipanen dicuci untuk menghilangkan kotoran, lalu dijemur kembali hingga benar-benar kering. Pengeringan ini penting agar garam tidak mudah lembap dan tahan disimpan lebih lama.
7. Pengolahan Lanjutan
Untuk garam konsumsi, biasanya dilakukan proses tambahan seperti penghalusan, penyaringan, dan fortifikasi yodium.