Q2. Bagaimana niat tayamum yang benar?
Ucap (atau cukup di hati) salah satu niat di atas sesuai ibadah tujuan (shalat/mushaf). Contoh untuk shalat:
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى.
Q3. Apakah sekali tayamum bisa untuk beberapa shalat?
Menurut jumhur, idealnya satu tayamum untuk satu shalat fardhu. Untuk ibadah lain, niat disesuaikan.
Q4. Jika ketemu air setelah tayamum?
Sebelum shalat: tayamum batal—wudhu. Saat shalat: batalkan, wudhu, ulang (kecuali ada uzur kuat—rujuk pendapat rinci).
Al-Majmū‘ & karya Imam Al-Nawawī (definisi ṣa‘īd, syarat debu, tartīb).
Al-Mawsū‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (media tayamum menempel di tangan).
Asy-Syairazī (at-Tanbīh)—syarat debu “berhambur/menempel”.
Safīnatun Najāh (ringkas rukun).
Ensiklopedia Fikih (Kemenag) & penjelasan Sulaiman Rasyid (niat istibāḥah).