Keboncinta.com-- Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai semakin terasa dalam dunia pendidikan. Teknologi yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kini mulai hadir sebagai bagian dari aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Bagi guru, perkembangan AI dapat memberikan kemudahan dalam menjalankan sejumlah pekerjaan. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menemukan ide bahan pembelajaran, menyusun kegiatan di kelas, membuat soal latihan, meringkas materi, hingga mencari alternatif media pembelajaran.
Namun, mengenal dan menggunakan aplikasi AI saja belum cukup. Guru juga membutuhkan kompetensi digital agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara tepat, aman, dan tetap mendukung tujuan pembelajaran.
Baca Juga: Cara Cek Data DTSEN Pakai NIK KTP secara Online, Ini Langkah dan yang Perlu Diperhatikan
Perubahan teknologi membuat tugas guru berkembang. Guru tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi, tetapi juga perlu mampu menilai kualitas informasi yang diperoleh dari berbagai sumber digital.
Kemampuan memilih sumber yang dapat dipercaya menjadi semakin penting ketika AI digunakan dalam kegiatan belajar. Guru perlu memahami bahwa informasi yang tersedia melalui teknologi tetap harus diperiksa sebelum diberikan kepada siswa.
Aspek perlindungan data juga tidak kalah penting. Penggunaan berbagai layanan digital dalam kegiatan pendidikan perlu memperhatikan informasi pribadi peserta didik agar tidak disebarluaskan atau digunakan secara sembarangan.
Selain mengembangkan kemampuan dirinya sendiri, guru juga berperan dalam membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Salah satu kelebihan AI adalah kemampuannya menghasilkan materi dalam waktu relatif cepat. Meski demikian, hasil yang diberikan teknologi tidak selalu dapat langsung digunakan dalam pembelajaran.
Guru tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang dihasilkan. Materi harus dipastikan sesuai dengan topik pembelajaran, tidak mengandung kesalahan, serta relevan dengan kondisi dan kebutuhan siswa.
Peran profesional guru tetap diperlukan karena AI belum tentu dapat memahami karakteristik setiap kelas, kondisi peserta didik, maupun tujuan pembelajaran secara utuh.
Karena itu, AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu bagi guru, bukan sebagai pengganti peran pendidik dalam merancang dan menjalankan proses pembelajaran.
Baca Juga: Simulasi TKA 2026 Bukan Sekadar Latihan, Ini Manfaat yang Perlu Dimaksimalkan Siswa
Penggunaan AI dalam pembelajaran juga perlu dirancang agar siswa tidak terbiasa mencari jawaban secara instan.
Teknologi justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendorong siswa lebih aktif berpikir. Guru dapat mengajak peserta didik mempertanyakan informasi yang diperoleh, membandingkannya dengan sumber lain, menganalisis persoalan, dan menyusun solusi.
Siswa juga dapat diarahkan untuk menghasilkan karya atau mengembangkan gagasannya sendiri dengan bantuan teknologi sebagai pendukung.
Dengan pendekatan tersebut, keberadaan AI tidak hanya digunakan untuk mengejar jawaban akhir. Proses berpikir, analisis, dan kemampuan siswa dalam membangun pemahaman tetap menjadi bagian utama dari pembelajaran.
Guru dapat memberikan tugas yang mengharuskan siswa menjelaskan alasan, menguji informasi, atau mempertanggungjawabkan gagasan yang mereka hasilkan.
Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan juga membawa tanggung jawab terkait etika dan keamanan informasi.
Data pribadi siswa perlu dijaga dengan baik. Guru harus berhati-hati ketika menggunakan layanan AI dan tidak memasukkan informasi pribadi peserta didik secara sembarangan.
Selain menjaga data, guru perlu memperhatikan sumber informasi yang digunakan dalam pembelajaran. Informasi yang diperoleh melalui teknologi tetap perlu ditelusuri dan dipertimbangkan tingkat kepercayaannya.
Penggunaan AI juga harus disesuaikan dengan usia, kondisi, serta kebutuhan peserta didik. Hal ini penting agar teknologi benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.
Dengan demikian, literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi. Di dalamnya juga terdapat pemahaman mengenai keamanan data, etika, verifikasi informasi, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Jangan Kaget Lihat Nilai TKA SMA 2026, Angkanya Bisa Sampai 800
Peningkatan kompetensi digital guru menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang pendidikan.
Karena itu, program pelatihan guru sebaiknya tidak berhenti pada pengenalan fitur atau cara menjalankan aplikasi AI. Guru juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana memilih teknologi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Tidak semua kegiatan belajar harus menggunakan AI. Ada kondisi tertentu ketika metode pembelajaran konvensional atau aktivitas tanpa teknologi justru lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kemampuan menentukan kapan AI diperlukan dan kapan tidak perlu digunakan menjadi salah satu bagian penting dari kompetensi digital guru.
Guru perlu mempertimbangkan manfaat, risiko, serta relevansi teknologi sebelum memasukkannya ke dalam kegiatan pembelajaran.
Kehadiran AI memberikan peluang baru dalam proses belajar mengajar. Guru dapat memanfaatkannya untuk membantu menyiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran, selama penggunaannya dilakukan secara terarah.
Namun, teknologi tetap merupakan sarana pendukung. Kualitas proses pendidikan tetap sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.
Guru yang memiliki kompetensi digital bukan hanya mampu menjalankan berbagai teknologi. Mereka juga perlu mampu menilai apakah teknologi tersebut benar-benar bermanfaat, memahami risikonya, serta menentukan cara penggunaan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Baca Juga: Skor TKA SMA 2026 Kini 200 sampai 800, Siswa Perlu Memahami Cara Membacanya
Dengan pendekatan tersebut, AI dapat menjadi bagian dari perkembangan pembelajaran tanpa menghilangkan peran utama guru sebagai pendidik, pembimbing, dan pengarah proses belajar siswa.***