Keboncinta.com — Hubungan antara karyawan dan atasan tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pendapat, kritik terhadap pekerjaan, hingga ketidaksepahaman dalam mengambil keputusan merupakan hal yang wajar terjadi di lingkungan profesional.
Namun, situasi bisa menjadi tidak nyaman ketika seorang atasan mulai menunjukkan sikap yang berbeda terhadap bawahannya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, sejumlah perilaku bos dapat membuat karyawan merasa tidak lagi diinginkan di tempat kerja.
Ada beberapa tanda bos ingin kita resign yang perlu diperhatikan. Mulai dari komunikasi yang semakin terbatas, pengawasan berlebihan, hingga kritik yang disampaikan di depan rekan kerja.
Meski demikian, satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa atasan menginginkan kita mengundurkan diri. Penting untuk melihat pola yang terjadi secara berulang dan memahami situasinya secara objektif.
Berikut tujuh tanda yang bisa menjadi bahan evaluasi ketika hubungan dengan atasan mulai terasa tidak harmonis.
Salah satu perubahan yang mungkin terasa adalah atasan mulai menjaga jarak. Jika sebelumnya mudah ditemui dan terbuka untuk berdiskusi, kini ia justru sering menghindar ketika kamu ingin berbicara.
Perilaku tersebut dapat terlihat dari pesan atau email yang tidak kunjung dibalas, percakapan yang selalu dipersingkat, hingga sulitnya mendapatkan waktu untuk berdiskusi.
Menurut Indeed, perubahan pola komunikasi seperti ini dapat menjadi salah satu indikasi adanya masalah dalam hubungan kerja.
Namun, jangan langsung mengambil kesimpulan. Bisa saja atasan sedang menghadapi beban pekerjaan yang tinggi atau memiliki tanggung jawab baru. Perhatikan apakah sikap tersebut hanya terjadi sesekali atau sudah menjadi kebiasaan.
Baca Juga: Kenapa Banyak Gen Z Resign? Ini 5 Alasan yang Membuat Karyawan Muda Memilih Keluar
Pengawasan terhadap pekerjaan merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin. Akan tetapi, pengawasan yang terlalu ketat atau micromanagement justru dapat membuat karyawan kehilangan ruang untuk berkembang.
Contohnya, bos selalu memeriksa setiap pekerjaan secara berulang, memberikan instruksi terlalu detail, hingga mempermasalahkan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak berdampak besar terhadap hasil kerja.
Situasi semakin tidak sehat apabila kritik terus diberikan tanpa disertai arahan atau solusi yang jelas.
Jika mengalami hal tersebut, cobalah meminta penjelasan mengenai standar pekerjaan yang diharapkan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah pengawasan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kerja atau justru menunjukkan ketidakpercayaan.
Tanda lainnya adalah berkurangnya kepercayaan atasan untuk memberikan tugas atau tanggung jawab baru.
Kamu yang sebelumnya sering dilibatkan dalam proyek penting, rapat perencanaan, atau pekerjaan strategis, tiba-tiba tidak lagi mendapatkan kesempatan serupa.
Perubahan tersebut bisa membuat karyawan merasa perannya mulai dikesampingkan. Terlebih jika tugas-tugas penting justru dialihkan kepada rekan kerja lain tanpa penjelasan.
Meski demikian, kondisi ini juga dapat dipengaruhi perubahan struktur organisasi atau pembagian tugas. Sebaiknya tanyakan secara profesional mengenai perkembangan peran dan kompetensi yang perlu ditingkatkan.
Pengakuan terhadap hasil kerja menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan motivasi karyawan.
Jika pekerjaan berhasil diselesaikan dengan baik, tetapi atasan terus mengabaikannya, kamu mungkin mulai merasa kontribusimu tidak dihargai.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika pencapaian rekan kerja lain mendapatkan apresiasi, sementara hasil kerjamu jarang mendapat perhatian.
Namun, tidak semua atasan memiliki cara yang sama dalam memberikan penghargaan. Karena itu, kamu dapat menyampaikan hasil pekerjaan berdasarkan data dan meminta evaluasi secara langsung.
Perlu diperhatikan apabila proyek yang sebelumnya menjadi tanggung jawabmu mendadak diberikan kepada orang lain tanpa penjelasan yang memadai.
Selain kehilangan proyek penting, kamu mungkin justru mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat tanggung jawab atau posisi yang selama ini dijalankan.
Pengalihan tugas memang bisa terjadi karena kebutuhan perusahaan. Akan tetapi, jika berlangsung berulang kali dan tidak disertai komunikasi yang jelas, hal tersebut patut dibicarakan.
Mintalah penjelasan mengenai alasan perubahan pembagian pekerjaan sekaligus tanyakan tanggung jawab yang diharapkan dari posisimu saat ini.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir