Keboncinta.com-- Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima penghargaan bergengsi “The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance)” dari Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein.
Penghargaan kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Raja Abdullah II dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada Jumat, 14 November 2025, dalam sebuah upacara resmi di Istana Merdeka, Jakarta.
The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi yang dimiliki Kerajaan Yordania.
Gelar ini umumnya dianugerahkan kepada raja, pangeran, dan kepala negara, serta dapat diberikan kepada perdana menteri sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi luar biasa dalam hubungan bilateral atau pencapaian penting yang berdampak global.
Baca Juga: Pemerintah Denmark Ambil Langkah Tegas: Sosial Media Dilarang bagi Anak di Bawah 15 Tahun
Dari seluruh tingkatan dalam Order of the Renaissance, Bejewelled Grand Cordon merupakan yang paling prestisius dan jarang diberikan.
Penganugerahan kepada Presiden Prabowo menegaskan pengakuan Raja Abdullah II atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Yordania.
Selama ini, kedua negara memiliki kerja sama yang erat dalam isu kemanusiaan, stabilitas kawasan Timur Tengah, pertahanan, hingga berbagai isu global yang menjadi perhatian bersama.
Penghargaan ini sekaligus mencerminkan penghormatan Yordania atas peran aktif Presiden Prabowo dalam mempromosikan dialog antarbangsa dan diplomasi yang stabil.
Baca Juga: Konferensi Wakaf Internasional 2025: Momentum Kebangkitan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat
Penghargaan serupa sebelumnya pernah diterima oleh tokoh-tokoh dunia ternama, mulai dari Prince Philip – Duke of Edinburgh, Raja Denmark Frederik X, Ratu Belanda Maxima, Angela Merkel, hingga Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embaló.
Daftar penerima ini menunjukkan betapa istimewanya penghargaan tersebut dalam kancah diplomasi internasional, sekaligus menempatkan Indonesia dalam posisi yang semakin diperhitungkan di mata dunia.
Usai upacara, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia dan pengakuan atas kepemimpinan Presiden Prabowo di tingkat global.
Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya merupakan kehormatan personal, tetapi juga simbol apresiasi terhadap peran Indonesia dalam berbagai inisiatif perdamaian dan kerja sama kemanusiaan.
Penganugerahan di Istana Merdeka tersebut menegaskan kedekatan hubungan Indonesia–Yordania yang selama ini terjalin hangat dan saling mendukung.
Keduanya aktif bekerja sama dalam isu Palestina, pendidikan, dan berbagai misi kemanusiaan global.
Dengan penyematan penghargaan ini, posisi Indonesia sebagai jembatan penting dalam diplomasi internasional semakin diakui, dan Presiden Prabowo dinilai berhasil memperkuat peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mempromosikan dialog lintas negara.***