Keboncinta.com-- Kesucian menjadi salah satu syarat utama diterimanya berbagai ibadah dalam Islam, seperti salat, tawaf, i'tikaf di masjid, hingga menyentuh mushaf Al-Qur'an. Karena itu, setiap Muslim wajib memahami tata cara bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar sesuai tuntunan syariat.
Salah satu bentuk bersuci dari hadas besar adalah mandi junub atau mandi wajib. Meski menjadi ibadah yang sering dilakukan, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara tepat rukun, niat, hingga amalan sunnah yang menyempurnakan mandi wajib. Padahal, kesalahan dalam pelaksanaannya dapat memengaruhi keabsahan ibadah setelahnya.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini Alasan Ijazah S1 atau D-IV Sangat Penting bagi Karier Guru
Dalam syariat Islam, hadas besar hanya dapat dihilangkan melalui mandi wajib. Seorang Muslim diwajibkan melaksanakan mandi junub apabila mengalami salah satu dari dua keadaan berikut:
Setelah mandi wajib dilakukan sesuai ketentuan syariat, seseorang kembali berada dalam keadaan suci sehingga dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian.
Agar mandi wajib dinilai sah, terdapat dua rukun utama yang harus dipenuhi.
Niat merupakan rukun pertama dalam mandi junub. Dalam mazhab Syafi'i, niat dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
Lafaz niat mandi wajib adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul-ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena janabah sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Baca Juga: Kemendikdasmen Tegaskan Guru Wajib S1 atau D-IV, Ini Hak yang Bisa Didapat Setelah Memenuhinya
Rukun berikutnya ialah memastikan seluruh bagian tubuh terkena air tanpa ada yang tertinggal.
Air harus mengalir ke seluruh permukaan tubuh, meliputi:
Kesempurnaan dalam meratakan air menjadi syarat penting agar mandi wajib dinyatakan sah.
Selain memenuhi rukun, Islam juga menganjurkan sejumlah amalan sunnah agar mandi wajib menjadi lebih sempurna.
Di antaranya yaitu:
Para ulama juga menganjurkan agar tidak menyentuh kemaluan setelah selesai berwudu. Apabila hal tersebut terjadi, sebagian pendapat menyarankan untuk kembali berwudu sebelum melaksanakan ibadah.
Baca Juga: Banyak Dosen Gagal Lolos Serdos karena 5 Kesalahan Ini, Nomor 3 Paling Sering Terjadi!
Mandi junub bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki aturan tertentu. Memahami tata cara mandi wajib secara benar akan memastikan ibadah-ibadah setelahnya, seperti salat dan membaca Al-Qur'an, dapat dilakukan dalam keadaan suci sesuai tuntunan syariat.
Kesalahan yang kerap terjadi, seperti tidak meratakan air ke seluruh tubuh atau mengabaikan niat, dapat menyebabkan mandi wajib tidak memenuhi syarat. Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan mempelajari tata cara mandi junub berdasarkan penjelasan para ulama agar pelaksanaannya benar dan sempurna.
Mandi junub memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam karena menjadi syarat sah berbagai bentuk ibadah.
Baca Juga: Banyak Dosen Gagal Lolos Serdos karena 5 Kesalahan Ini, Nomor 3 Paling Sering Terjadi!
Pelaksanaannya harus memenuhi dua rukun utama, yaitu berniat mandi wajib dan mengguyur seluruh tubuh dengan air hingga tidak ada bagian yang terlewat. Selain itu, berbagai amalan sunnah yang dianjurkan dapat menyempurnakan pelaksanaan mandi wajib sekaligus menambah nilai ibadah.
Dengan memahami tata cara mandi junub secara benar, umat Islam tidak hanya menjaga kesucian lahiriah, tetapi juga menunjukkan ketaatan terhadap syariat Allah SWT. Kesungguhan dalam menjaga kebersihan dan kesucian menjadi bagian dari akhlak seorang Muslim yang senantiasa ingin menyempurnakan ibadahnya.***