Kebijakan Baru: Siswa Didorong Menulis Tangan demi Tingkatkan Literasi

Kebijakan Baru: Siswa Didorong Menulis Tangan demi Tingkatkan Literasi

16 Maret 2026 | 01:02

Keboncinta.com-- Pemerintah kembali menggalakkan kebiasaan menulis tangan di kalangan siswa sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan literasi dasar di tengah pesatnya penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan.

Langkah ini diambil agar para siswa tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga konsentrasi saat belajar, serta mempertahankan daya ingat yang baik meskipun proses pembelajaran semakin banyak memanfaatkan perangkat digital.

Kebijakan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap ketergantungan berlebihan pada teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketergantungan yang terlalu tinggi dikhawatirkan dapat membuat siswa menjadi kurang aktif dalam mengolah pemikiran secara mandiri.

Baca Juga: TKA SD dan SMP Segera Dilaksanakan, Kemendikdasmen Minta Sekolah dan Siswa Bersiap

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai penting adanya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi modern dengan metode belajar konvensional seperti menulis tangan.

Dalam praktiknya, siswa tetap diperbolehkan menggunakan perangkat digital untuk mengakses berbagai materi pembelajaran, misalnya melalui video edukasi atau papan interaktif yang tersedia di ruang kelas.

Namun, proses memahami materi dan merangkum isi pelajaran dianjurkan untuk dilakukan secara manual melalui tulisan tangan di buku catatan.

Metode ini diyakini mampu membuat siswa lebih mendalami materi pelajaran karena melibatkan aktivitas fisik sekaligus proses berpikir yang lebih terstruktur.

Selain mendukung proses belajar, menulis tangan juga dianggap bermanfaat dalam melatih keterampilan motorik halus pada anak.

Baca Juga: Beasiswa LPDP Tetap Terbuka bagi Anak Pejabat, Ada Skema Parsial

Aktivitas ini melibatkan koordinasi otot tangan, pergelangan, serta kemampuan visual dan kognitif, sehingga berperan dalam mendukung perkembangan intelektual siswa secara menyeluruh.

Berbeda dengan mengetik di perangkat digital yang hanya mengandalkan gerakan jari terbatas, menulis tangan memerlukan koordinasi tubuh dan proses mental yang lebih kompleks.

Di berbagai daerah, sejumlah dinas pendidikan mulai menghidupkan kembali program literasi yang menekankan aktivitas menulis tangan di lingkungan sekolah.

Program ini bertujuan menjaga kemampuan siswa dalam mengembangkan gagasan, meningkatkan fokus belajar, serta memperkuat daya ingat di tengah maraknya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai kebijakan ini penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir secara reflektif dan mendalam.

Baca Juga: Begini Cara Sekolah Bisa Dapat Program Makan Bergizi Gratis 2026

Melalui kegiatan menulis tangan, siswa dilatih untuk menyusun ide secara sistematis, memahami materi dengan lebih komprehensif, serta membangun kebiasaan belajar yang aktif.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keterampilan dasar yang penting bagi perkembangan intelektual generasi muda.

Dengan demikian, proses pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang tanpa meninggalkan kemampuan fundamental yang mendukung kualitas belajar siswa.***

Tags:
pendidikan Literasi Pendidikan

Komentar Pengguna