Keboncinta.com-- Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan kegiatan khusus dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 melalui sayembara bertajuk “Surat Santri untuk Presiden”.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diberikan kesempatan untuk menyampaikan pemikiran, harapan, serta pandangan mengenai kehidupan bangsa melalui sebuah surat yang ditulis dengan gaya personal dan komunikatif.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi santri untuk menyuarakan gagasan mereka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa sekaligus gambaran Indonesia pada masa mendatang.
Menurut Basnang, santri memiliki pengalaman dan perspektif yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Karena itu, kegiatan menulis surat kepada Presiden diharapkan mampu membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Surat Santri untuk Presiden” juga tidak semata-mata diarahkan sebagai perlombaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong tradisi literasi di lingkungan pesantren serta memberikan ruang kepada santri untuk menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan.
Baca Juga: 5 Cara Seru Mengenalkan Numerasi pada Anak Usia 5-6 Tahun, Belajar Angka Tanpa Bikin Bosan
Tradisi menulis memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan pesantren. Melalui tulisan, santri dapat menyampaikan pemikiran sekaligus merekam pandangan mereka terhadap berbagai perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
Basnang Said menyampaikan bahwa Kemenag ingin melihat bagaimana para santri memahami perubahan zaman, mengenali persoalan yang dihadapi bangsa, serta menyampaikan gagasan dan harapan berdasarkan sudut pandang mereka.
Dengan demikian, surat yang dikirimkan peserta diharapkan tidak hanya berisi ungkapan pribadi, tetapi juga menunjukkan perhatian santri terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan masa depan Indonesia.
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa peserta dapat menentukan salah satu dari tiga tema yang telah disiapkan dalam sayembara.
Ketiga tema tersebut mencakup persoalan pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Tema yang dapat dipilih peserta yaitu Aspirasi tentang Pendidikan, Kepedulian terhadap Lingkungan, atau Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat.
Peserta dapat memilih tema yang paling sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan melalui surat kepada Presiden.
Baca Juga: Bansos Digital 2027 Mulai Uji Coba Awal Tahun, 50 Juta Warga Miskin Disiapkan Masuk Sistem
Ada sejumlah ketentuan teknis yang harus diperhatikan peserta sebelum mengirimkan karya.
Surat harus ditulis menggunakan tangan dengan tinta berwarna hitam atau biru. Panjang tulisan dibatasi paling banyak 700 kata atau setara dengan dua halaman kertas A4.
Setelah selesai ditulis, karya kemudian dipindai dan disimpan dalam bentuk file PDF untuk dikirimkan secara daring.
Karya yang dikirimkan juga harus benar-benar dibuat oleh peserta sendiri. Panitia tidak menerima karya hasil plagiasi. Selain itu, surat yang diikutsertakan belum pernah meraih juara dalam kompetisi lainnya.
Pengiriman karya dilakukan secara online melalui alamat email yang telah ditentukan panitia, yaitu harisantri2026@kemenag.go.id.
Masa pengiriman berlangsung mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.
Peserta perlu menyertakan sejumlah informasi ketika mengirimkan karya. Data tersebut meliputi identitas peserta, nama pesantren, nomor WhatsApp peserta dan/atau guru atau pembina santri, tema yang dipilih, naskah surat dalam format PDF, serta surat pernyataan mengenai keaslian karya.
Kelengkapan data tersebut penting diperhatikan agar karya yang dikirimkan dapat diproses sesuai dengan ketentuan sayembara.
Baca Juga: BLT Rp5,4 Juta 2027 Bukan Bantuan Baru, Ini Skema Bansos Digital yang Disiapkan Pemerintah
Hal menarik lainnya dari sayembara “Surat Santri untuk Presiden” berkaitan dengan kesempatan bagi para pemenang untuk menghadiri acara puncak peringatan Hari Santri 2026.
Para pemenang akan mendapatkan kesempatan hadir dalam “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”. Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Santri 2026 dan dijadwalkan mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian apresiasi terhadap karya dan gagasan santri yang dituangkan melalui surat.
Melalui sayembara ini, Kemenag tidak hanya membuka ruang kompetisi bagi santri, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif menyampaikan pemikiran mengenai pendidikan, lingkungan, kesejahteraan rakyat, serta masa depan bangsa melalui karya tulis.
Karena itu, bagi santri yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, penting untuk memperhatikan pilihan tema, ketentuan penulisan, kelengkapan administrasi, serta batas waktu pengiriman karya agar surat dapat diterima sesuai persyaratan.***