Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pesantren melalui penyelenggaraan Pelatihan Multimedia Pesantren 2025.
Program non-degree yang berlangsung di lima perguruan tinggi penyelenggara ini menjadi ruang strategis bagi kyai muda, ustadz, santri, dan alumni pesantren untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Kegiatan ini berlangsung di UIN Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Gunung Djati Bandung, serta Universitas Multimedia Nusantara, sebagai institusi yang dipercaya menjadi mitra pelaksana.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program beasiswa non-degree berbasis pendanaan kolaboratif LPDP–Kemenag yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi ekosistem pesantren dalam menghadapi era digital.
Para peserta yang mengikuti program ini adalah para pengajar kitab kuning, kyai muda, dan komunitas akademik keagamaan yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong inovasi pembelajaran di pesantren.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menegaskan pentingnya kemampuan multimedia bagi pesantren modern. Ia menyoroti perubahan karakter peserta didik yang kini didominasi generasi Z, generasi yang akrab dengan teknologi informasi dan cara belajar visual.
Menurutnya, kemampuan mengajar, berkomunikasi, dan berdakwah melalui media digital menjadi keterampilan fundamental yang perlu dikuasai para pendidik pesantren.
Program ini memberi kesempatan luas bagi komunitas pesantren untuk meningkatkan kemampuan tersebut secara terstruktur dan berkualitas.
Dalam kunjungannya ke UIN Raden Fatah Palembang pada 14 November 2025, Ruchman menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dan kemampuan adaptasi para peserta.
Pelatihan multimedia pesantren diarahkan agar menjadi sarana pembentukan metodologi pembelajaran baru, penciptaan sumber belajar digital, serta membangun kultur pengajaran yang lebih menarik, relevan, dan efektif di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemenag dan Puspenma yang memberikan mandat kepada kampusnya sebagai penyelenggara.
Ia menegaskan bahwa UIN Palembang akan menjaga amanah ini dengan menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh peserta.
Kehadiran pimpinan Puspenma dinilai mampu memotivasi peserta untuk mengikuti pelatihan dengan semangat dan kesiapan akademik yang lebih baik.
UIN Raden Fatah sendiri berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia pesantren dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam memfasilitasi transformasi digital.
Baca Juga: Asal-Usul Hadirnya Skema PPPK Terungkap: Dari Jalur Tenaga Ahli hingga Solusi Honorer Nasional
Pelatihan ini menjadi salah satu wujud nyata bagaimana perguruan tinggi keagamaan mengambil bagian dalam kemajuan dunia pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui program Pelatihan Multimedia Pesantren 2025, diharapkan lahir generasi pendidik pesantren yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembelajaran digital ke masa depan.
Pelatihan yang dilaksanakan secara serentak di lima perguruan tinggi ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai dari 13 November hingga 13 Desember 2025.
Durasi tersebut memungkinkan peserta untuk mendapatkan pembelajaran intensif sekaligus praktik langsung yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan produksi konten, komunikasi digital, dan pengolahan media.***