KEBONCINTA.COM – Kementerian Agama terus mendorong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah menekankan bahwa penerapan KBC tidak boleh berhenti pada dokumen kurikulum maupun kegiatan pelatihan guru.
Kurikulum tersebut diharapkan benar-benar diterapkan dalam interaksi antara guru dengan peserta didik serta menjadi budaya sehari-hari di lingkungan madrasah.
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah Junaidin menjelaskan KBC membawa perubahan paradigma pembelajaran. Guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan empati, akhlak, karakter serta kepedulian sosial.
Peserta didik juga ditempatkan sebagai subjek pembelajaran. Mereka diberikan ruang untuk bertanya, berpikir kritis, berkreasi, bekerja sama serta mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Kemenag, keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta tidak semata-mata diukur dari lengkapnya administrasi sekolah.
Keberhasilan justru dapat terlihat dari terciptanya suasana pembelajaran yang aman, inklusif, dialogis dan menyenangkan bagi peserta didik.
Sebanyak 119 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru serta operator dari 65 madrasah di Kabupaten Sigi mengikuti penguatan implementasi KBC.
Para tenaga pendidikan dibekali pemahaman mengenai bagaimana nilai dalam KBC dapat dimasukkan ke dalam dokumen kurikulum sekaligus diterapkan secara nyata ketika proses belajar mengajar berlangsung.
Penerapan KBC juga diharapkan berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter, toleransi, kemampuan berkolaborasi serta kepedulian kepada sesama.
Kemenag mendorong penerapan tersebut terintegrasi dengan program pendidikan lainnya sehingga madrasah dapat menjadi lingkungan belajar yang semakin ramah dan bermakna bagi anak.