Berita
Hilmi An Naufal

Logo dan Tema Hari Santri 2026 Resmi Dirilis, Kemenag Siapkan Rangkaian Acara hingga 24 Oktober

Logo dan Tema Hari Santri 2026 Resmi Dirilis, Kemenag Siapkan Rangkaian Acara hingga 24 Oktober

28 September 2026 | 06:56

Keboncinta.com-- Persiapan peringatan Hari Santri Tahun 2026 mulai memasuki rangkaian kegiatan nasional. Kementerian Agama secara resmi telah meluncurkan logo, tema serta sejumlah agenda yang akan digelar menjelang dan sesudah Hari Santri pada 22 Oktober 2026.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Tema tersebut menggambarkan semangat untuk memperkuat kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan Indonesia.

Peluncuran tema dan rangkaian Hari Santri 2026 dilakukan Kementerian Agama di Jakarta pada 22 September 2026.

Selain tema, Kemenag juga telah menyediakan logo resmi Hari Santri yang dapat digunakan oleh pesantren, lembaga pendidikan, instansi maupun masyarakat dalam berbagai kebutuhan publikasi.

Logo tersebut tersedia dalam beberapa format dan variasi warna sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai desain kegiatan.

Kementerian Agama menjelaskan konsep visual logo Hari Santri 2026 mengambil bentuk ikatan atau anyaman yang merepresentasikan kebersamaan, persatuan dan keberlanjutan perjuangan santri dalam menghadapi perubahan zaman.

Logo tersebut menjadi identitas resmi berbagai rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini.

Peringatan Hari Santri sendiri ditetapkan setiap tanggal 22 Oktober.

Momentum tersebut berkaitan dengan sejarah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dan kontribusi ulama serta santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Namun rangkaian Hari Santri 2026 tidak hanya berisi kegiatan yang berkaitan dengan sejarah.

Berbagai agenda disiapkan untuk memberikan ruang lebih luas bagi santri dalam bidang pendidikan, kreativitas, lingkungan, kepemimpinan, teknologi hingga pemberdayaan ekonomi pesantren.

Salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan adalah Perkemahan Pramuka Santri Nusantara atau PPSN VI.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 30 September sampai 6 Oktober 2026 dan dipusatkan di Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur.

Santri dari berbagai provinsi akan bertemu dalam kegiatan kepramukaan yang juga membawa semangat kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan karakter.

Kementerian Agama juga menyiapkan Pesantren Award.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemberian apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pesantren.

Selain itu terdapat sejumlah kegiatan yang secara khusus mendorong kreativitas dan pemikiran santri.

Santrivision, misalnya, memberikan ruang bagi santri untuk menghasilkan gagasan dalam bentuk penelitian, media digital, karya audiovisual maupun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan pesantren.

Ada pula kegiatan Surat Santri untuk Presiden yang mengajak santri menuangkan pemikiran dan harapan melalui tulisan.

Rangkaian berikutnya mencakup Halaqah Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren, Mu'tamad Santri, Festival Sarung dan Peci Santri hingga Expo Kemandirian Pesantren.

Expo Kemandirian Pesantren menjadi salah satu agenda yang menarik karena menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama.

Banyak pesantren kini mengembangkan unit usaha, ekonomi kreatif, produksi makanan, pertanian, koperasi hingga berbagai bentuk kewirausahaan.

Momentum Hari Santri dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pengembangan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Puncak utama tetap berlangsung pada 22 Oktober melalui Upacara Hari Santri.

Setelah itu rangkaian dijadwalkan berlanjut hingga Malam Bakti Santri untuk Negeri pada 24 Oktober 2026.

Dengan rangkaian yang berlangsung hampir satu bulan, peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya diarahkan menjadi kegiatan seremonial.

Santri didorong untuk mengambil bagian dalam isu pendidikan, lingkungan, inovasi, teknologi, ekonomi dan pembangunan sosial.

Pesantren juga memperoleh ruang untuk menunjukkan berbagai perubahan dan inovasi yang telah dilakukan tanpa meninggalkan tradisi keilmuan yang menjadi identitasnya.

Bagi pesantren, madrasah maupun lembaga yang ingin membuat spanduk, poster dan konten media sosial, logo resmi Hari Santri 2026 telah disediakan oleh Kementerian Agama dalam format PNG dan PDF.

Masyarakat disarankan menggunakan logo dari kanal resmi Kemenag agar desain yang digunakan sesuai dengan identitas resmi Hari Santri 2026.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna