Keboncinta.com-- Kabar baik bagi guru SMA, SMK, dan SLB yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang teknologi dan pembelajaran modern. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka Program Pelatihan Teknis Non-Gelar bagi guru dengan fokus pada bidang STEM dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Pendaftaran program tersebut masih dibuka hingga 30 September 2026. Program ini menjadi kesempatan menarik bagi para pendidik karena pelaksanaannya bekerja sama dengan Flinders University, Australia.
Ada dua bidang utama yang bisa dipilih peserta, yakni implementasi pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM serta pengembangan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.
Untuk program AI, sasaran peserta adalah guru SMA, SMK, dan SLB. Pelatihan dirancang agar guru tidak sekadar mengenal teknologi AI, tetapi mampu mengintegrasikan koding, computational thinking, serta kecerdasan artifisial ke dalam kegiatan pembelajaran.
Guru juga akan mendapatkan penguatan mengenai kreativitas, kemampuan berpikir tingkat tinggi, etika penggunaan AI, perlindungan data, pembelajaran inklusif, serta bagaimana menggunakan AI sebagai alat bantu belajar dan bukan sebagai pengganti proses berpikir siswa.
Sementara itu, program STEM ditujukan bagi guru SMA, SMK, dan SLB, terutama yang mengampu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, IPA, serta rumpun Informatika atau Komputer.
Pelatihan STEM diarahkan agar guru mampu merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Peserta akan mempelajari konsep dasar STEM, kolaborasi, asesmen, penyusunan proyek, hingga pengembangan solusi yang dapat diterapkan langsung di sekolah.
Ada sejumlah persyaratan yang harus diperhatikan calon peserta. Guru harus merupakan Warga Negara Indonesia dan berusia maksimal 55 tahun pada tahun pendaftaran. Peserta juga harus mempunyai pengalaman mengajar minimal dua tahun berturut-turut di Indonesia.
Calon peserta diwajibkan mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Selain itu, terdapat persyaratan kemampuan Bahasa Inggris.
Beberapa sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang dapat digunakan antara lain TOEFL ITP minimal 450, Duolingo minimal 75, IELTS minimal 5,0, TOEIC minimal 440, EnglishScore minimal 290, atau Versant Test minimal 47 sesuai ketentuan program.
Dokumen lain yang perlu dipersiapkan antara lain KTP, SK pengangkatan sebagai guru ASN atau guru tetap yayasan, ijazah dan transkrip nilai S1/D4, NUPTK atau bukti terdaftar dalam Dapodik, surat rekomendasi atau izin dari atasan, surat keterangan sehat, hingga esai atau personal statement.
Dalam esai tersebut, peserta antara lain diminta menjelaskan motivasi mengikuti program, pentingnya topik pelatihan bagi pembelajaran, inovasi yang pernah dilakukan serta rencana tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan.
Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta akan mengikuti seleksi administrasi pada awal Oktober. Seleksi wawancara dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 7 Oktober 2026.
Program bidang AI direncanakan memasuki tahap pra-pelatihan pada minggu pertama November dan pelatihan pada minggu kedua November 2026. Sementara pelatihan bidang STEM dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat November.
Program ini dapat menjadi kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat sekaligus membawa praktik pembelajaran baru ke ruang kelas.
Bagi guru yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti program, pendaftaran sebaiknya segera diselesaikan karena portal pendaftaran dijadwalkan ditutup pada 30 September 2026 pukul 23.59.
Informasi serta pendaftaran dapat diperiksa melalui Portal Pelatihan Teknis Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen.
***