TEKNOLOGI – Belajar tidak selalu harus ditemani tumpukan buku. Smartphone dan laptop yang biasanya digunakan untuk hiburan ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih teratur.
Mulai dari mencatat materi, menghafal menggunakan flashcard, latihan soal, mengatur jadwal, hingga memahami materi yang sulit, sekarang tersedia berbagai aplikasi yang dapat membantu pelajar maupun mahasiswa.
Jika digunakan secara tepat, teknologi bahkan bisa membuat proses belajar terasa lebih praktis dan tidak membosankan.
Berikut lima aplikasi yang bisa dicoba untuk menemani aktivitas belajar.
ChatGPT dapat dimanfaatkan untuk membantu memahami suatu materi, membuat pertanyaan latihan hingga menjelaskan konsep yang terasa sulit.
Kini tersedia Study Mode yang dirancang untuk membantu pengguna belajar secara bertahap. Alih-alih hanya memberikan jawaban akhir, fitur tersebut dapat memberikan pertanyaan, petunjuk, penjelasan bertahap dan mengecek pemahaman pengguna.
Pelajar misalnya dapat meminta:
“Ajarkan saya materi ini dari dasar.”
atau:
“Buatkan 10 soal latihan tetapi jangan berikan jawabannya terlebih dahulu.”
Cara tersebut membuat AI lebih bermanfaat sebagai teman belajar dibanding sekadar digunakan untuk mendapatkan jawaban tugas.
Namun pengguna tetap perlu memeriksa informasi penting dari buku, guru maupun sumber tepercaya dan mengikuti aturan penggunaan AI yang berlaku di sekolah atau kampus.
Banyaknya tugas, jadwal ujian dan catatan pelajaran terkadang membuat siswa maupun mahasiswa kewalahan.
Notion dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai kebutuhan tersebut dalam satu workspace.
Pengguna bisa membuat daftar tugas, kalender akademik, catatan pelajaran, target belajar sampai mengelompokkan materi berdasarkan mata pelajaran.
Notion sendiri menyediakan berbagai template pendidikan untuk membantu mengatur planner, catatan dan proyek sekolah dalam satu tempat.
Bagi mahasiswa di perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan, Notion bahkan menyediakan penawaran Education Plus Plan menggunakan email institusi pendidikan.
Bagi yang sedang menghafal kosakata bahasa asing, istilah ilmiah, rumus atau materi ujian, Quizlet dapat menjadi salah satu pilihan.
Salah satu fitur yang terkenal adalah flashcard.
Pengguna dapat membuat kartu berisi pertanyaan dan jawaban sendiri atau menggunakan kumpulan flashcard yang sudah tersedia.
Tidak berhenti di sana, Quizlet juga memiliki mode belajar dan latihan soal. Materi dalam flashcard dapat diubah menjadi berbagai bentuk pertanyaan untuk membantu menguji pemahaman.
Cara seperti ini dapat membuat sesi mengulang materi terasa lebih interaktif dibanding membaca catatan yang sama berkali-kali.
Pelajar Indonesia yang sedang mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi juga bisa mencoba Pahamify.
Aplikasi ini menyediakan materi pembelajaran, latihan soal, video pembelajaran hingga tryout.
Berdasarkan informasi terbaru pada aplikasinya, Pahamify menyediakan persiapan untuk siswa SMA termasuk latihan, live class dan tryout untuk membantu persiapan menuju perguruan tinggi.
Tersedianya latihan soal juga bisa membantu pelajar mengukur bagian materi mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih perlu dipelajari kembali.
Masalah belajar terkadang bukan karena materinya sulit, tetapi karena baru beberapa menit membaca buku sudah membuka media sosial.
Aplikasi dengan konsep focus timer seperti Forest dapat digunakan untuk membangun sesi belajar yang lebih terstruktur.
Pengguna bisa menentukan satu periode khusus untuk fokus mengerjakan sesuatu kemudian beristirahat sebelum memulai sesi berikutnya.
Konsep semacam ini cocok dipadukan dengan metode Pomodoro, misalnya belajar selama sekitar 25 menit kemudian mengambil waktu istirahat singkat.
Dengan begitu, smartphone yang biasanya menjadi sumber gangguan justru dapat dimanfaatkan untuk membantu membatasi distraksi.
Memasang banyak aplikasi produktivitas belum tentu otomatis membuat seseorang menjadi rajin belajar.
Hal yang lebih penting adalah menentukan tujuan dan menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan.
Jika sering lupa deadline, gunakan aplikasi pengatur tugas. Jika kesulitan menghafal, gunakan flashcard. Jika sulit memahami konsep, manfaatkan aplikasi pembelajaran atau AI sebagai pendamping.
Tidak perlu menggunakan semuanya sekaligus.
Mulailah dari satu atau dua aplikasi yang benar-benar membantu masalah belajar yang sedang dihadapi.
Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat bantu. Kebiasaan belajar yang konsisten, latihan dan kemauan memahami materi tetap menjadi bagian paling penting untuk mencapai hasil yang lebih baik.