Keboncinta.com-- Hampir semua layanan publik kini mulai beralih ke sistem digital. Mengurus administrasi kependudukan, mendaftar layanan kesehatan, membayar pajak, hingga mengakses berbagai bantuan sosial semakin banyak dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi pemerintah. Perubahan ini tentu membawa banyak kemudahan. Sayangnya, tidak semua masyarakat dapat mengikuti laju transformasi tersebut. Masih banyak warga yang bingung saat diminta mengisi formulir daring, membuat akun, atau mengunggah dokumen. Akibatnya, layanan yang seharusnya mempermudah justru terasa rumit bagi sebagian orang.
Kondisi ini bukan berarti masyarakat enggan memanfaatkan teknologi. Sering kali, mereka hanya belum memiliki pendamping yang dapat menjelaskan langkah demi langkah dengan bahasa yang sederhana. Tidak sedikit pula warga lanjut usia atau masyarakat di daerah yang baru pertama kali menggunakan layanan digital. Mereka khawatir melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan data pribadi tersebar atau proses administrasi menjadi gagal. Rasa takut itulah yang membuat banyak orang akhirnya memilih meminta bantuan orang lain, bahkan membayar jasa yang sebenarnya tidak diperlukan jika mereka memahami caranya.
Di sinilah pentingnya pendampingan masyarakat. Pendampingan bukan sekadar mengajarkan cara mengoperasikan aplikasi, tetapi juga membangun rasa percaya diri agar masyarakat mampu menggunakan layanan digital secara mandiri. Mahasiswa, komunitas, maupun relawan dapat berperan sebagai jembatan antara teknologi dan masyarakat. Melalui pelatihan sederhana, simulasi penggunaan aplikasi, hingga sesi tanya jawab secara langsung, masyarakat akan lebih mudah memahami proses yang sebelumnya dianggap rumit. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh pelayanan publik yang menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan sistem digital dengan benar.
Transformasi digital akan benar-benar berhasil jika tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal. Kecanggihan teknologi tidak akan memberi manfaat maksimal apabila masih banyak orang yang kesulitan mengaksesnya. Karena itu, membangun masyarakat yang melek layanan digital sama pentingnya dengan membangun sistem digital itu sendiri. Pendampingan yang dilakukan dengan sabar dan berkelanjutan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh hak-haknya sebagai warga negara.