Keboncinta.com-- Banyak orang mengira stunting hanya ditandai dengan tubuh anak yang lebih pendek dibanding teman sebayanya. Padahal, persoalan ini jauh lebih kompleks daripada sekadar tinggi badan. Stunting berkaitan dengan kurang optimalnya pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang panjang, terutama sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Yang sering luput disadari, dampaknya bisa memengaruhi kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup anak di masa depan. Karena itu, isu stunting tidak seharusnya hanya menjadi urusan tenaga kesehatan, tetapi juga perlu mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Masalah stunting tidak selalu muncul karena keluarga tidak mampu menyediakan makanan. Dalam banyak kasus, penyebabnya justru berawal dari kurangnya pengetahuan tentang pola makan bergizi, pentingnya pemberian ASI eksklusif, kebersihan lingkungan, hingga kebiasaan hidup sehat. Ada orang tua yang belum memahami kebutuhan gizi anak sesuai usianya. Ada pula yang menganggap anak sulit makan sebagai hal yang biasa tanpa mencari penyebabnya. Ketika informasi yang benar tidak sampai kepada masyarakat, berbagai kebiasaan yang kurang tepat terus berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Inilah mengapa edukasi menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan stunting.
Melalui KKN, mahasiswa dapat mengambil peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mereka bisa mengadakan penyuluhan mengenai gizi seimbang, membantu kegiatan posyandu, membuat media edukasi yang sederhana, hingga mengajak keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal yang bergizi. Pendekatan yang santai dan komunikatif sering kali lebih mudah diterima dibandingkan penyampaian materi yang terlalu formal. Selain itu, mahasiswa dapat menjadi penghubung antara informasi kesehatan yang berasal dari tenaga medis dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Peran tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membantu membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dimulai dari kebiasaan sehari-hari di dalam keluarga.