Keboncinta.com-- Menjaga kebersihan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Islam sejak awal telah menekankan hal ini melalui anjuran bersiwak yang dicontohkan Rasulullah ﷺ. Di sisi lain, dunia modern mengenal sikat gigi dan pasta gigi sebagai standar perawatan gigi. Lantas, apakah siwak masih relevan di tengah kemajuan teknologi kesehatan gigi?
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan bersiwak. Dalam hadis sahih beliau bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kebersihan mulut dalam Islam, bukan hanya sebagai kebiasaan, tetapi juga bagian dari ibadah.
Siwak berasal dari akar atau batang pohon Salvadora persica. Secara ilmiah, siwak mengandung senyawa antibakteri, fluoride alami, silika, dan minyak esensial yang membantu membersihkan gigi, mengurangi plak, serta menyegarkan napas. Kandungan ini membuat siwak efektif menjaga kesehatan gigi dan gusi, bahkan tanpa pasta gigi tambahan.
Sikat gigi modern dirancang secara ergonomis dan dikombinasikan dengan pasta gigi yang mengandung fluoride serta bahan pelindung gigi. Penggunaan sikat gigi dua kali sehari terbukti efektif mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Dalam konteks medis, sikat gigi tetap menjadi standar utama perawatan gigi.
Siwak dan sikat gigi sebenarnya tidak harus dipertentangkan. Siwak unggul dalam kepraktisan, bisa digunakan kapan saja tanpa air dan pasta gigi, serta sangat cocok digunakan sebelum shalat. Sementara sikat gigi modern efektif untuk pembersihan menyeluruh, terutama di malam hari.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan siwak secara rutin dapat memberikan hasil kebersihan gigi yang sebanding dengan sikat gigi, asalkan digunakan dengan teknik yang benar.
Bersiwak tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga spiritual. Mulut yang bersih membuat seseorang lebih nyaman dalam beribadah dan berinteraksi sosial. Sunnah ini juga melatih kesadaran akan kebersihan sebagai bagian dari iman.
Sunnah bersiwak tetap relevan untuk kesehatan mulut di era modern. Siwak dan sikat gigi bukan pilihan yang saling meniadakan, melainkan bisa saling melengkapi. Dengan menggabungkan sunnah Rasulullah ﷺ dan ilmu kesehatan modern, kita dapat menjaga kebersihan mulut secara optimal sekaligus mendapatkan nilai ibadah.