Keboncinta.com-- Awal bulan biasanya terasa menyenangkan. Gaji baru masuk, saldo rekening terlihat cukup, dan berbagai rencana pun mulai dibuat. Namun, perasaan aman itu terkadang hanya bertahan beberapa hari.
Memasuki pertengahan bulan, kondisi bisa berubah. Pengeluaran yang awalnya terlihat kecil ternyata semakin banyak. Makan di luar, ongkos perjalanan, belanja kebutuhan pribadi, hingga transaksi spontan dapat mengurangi saldo tanpa terasa. Akhirnya, beberapa hari sebelum gajian berikutnya, uang mulai harus digunakan dengan sangat hati-hati.
Lantas, bagaimana cara mengatur gaji agar tidak habis sebelum waktunya?
1. Pisahkan Gaji Sesuai Kebutuhan
Jangan membiarkan seluruh gaji berada dalam satu pos. Segera pisahkan uang untuk kebutuhan utama seperti tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, dan kewajiban lainnya.
2. Tentukan Batas Pengeluaran Mingguan
Mengatur uang hanya berdasarkan batas bulanan terkadang masih terasa terlalu longgar. Agar lebih mudah dikendalikan, bagi uang untuk kebutuhan sehari-hari menjadi batas mingguan.
3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Tidak semua pengeluaran harus dilakukan ketika ada uang. Sebelum membeli sesuatu, tanyakan apakah barang atau layanan tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya ingin dimiliki.
4. Sisihkan Tabungan di Awal
Menabung sebaiknya tidak menunggu sisa uang pada akhir bulan. Begitu menerima gaji, langsung sisihkan sejumlah dana untuk tabungan atau dana darurat.
Jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin sehingga tabungan tetap tumbuh tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.
Mengatur gaji bukan berarti harus berhenti menikmati hasil kerja. Justru, pengelolaan yang baik membuat seseorang bisa mengetahui berapa uang yang aman digunakan untuk hiburan tanpa mengganggu kebutuhan lain.