Sejarah
Admin

Mengenal Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia

Mengenal Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia

07 Januari 2026 | 22:07

Keboncinta.com-- Negara Indonesia berdiri sebagai bangsa yang merdeka melalui rangkaian panjang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Semangat juang mereka menjadi fondasi penting dalam membangun kehormatan dan kedaulatan negara.

Di balik kisah kepahlawanan tersebut, tidak hanya kaum laki-laki yang berperan, tetapi juga banyak perempuan tangguh yang ikut mengukir sejarah bangsa.

Salah satu tokoh pahlawan perempuan yang menonjol adalah Laksamana Malahayati dari Aceh. Ia lahir sekitar tahun 1550 M di wilayah Kesultanan Aceh Darussalam.

Malahayati berasal dari keluarga militer laut yang terpandang. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, merupakan perwira angkatan laut yang masih memiliki garis keturunan dengan Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah, pendiri Kesultanan Aceh.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah S2 dan S3 di Dalam dan Luar Negeri

Latar belakang keluarga yang kental dengan tradisi kemiliteran membentuk karakter Malahayati sebagai sosok pemberani dan terampil di bidang kelautan.

Ia menempuh pendidikan di akademi angkatan laut Kesultanan Aceh, sebuah pencapaian luar biasa bagi perempuan pada masanya. Dari sinilah kemampuan kepemimpinan dan strategi perangnya berkembang.

Perjuangan Malahayati semakin nyata setelah terjadinya pertempuran laut antara armada Aceh dan Portugis di Teluk Haru. Dalam peristiwa tersebut, suaminya, Laksamana Zainal Abidin, gugur di medan perang.

Peristiwa ini tidak mematahkan semangat Malahayati, justru menjadi titik balik perjuangannya.

Ia kemudian mengusulkan pembentukan pasukan Inong Bale kepada Sultan Aceh. Pasukan ini terdiri dari para janda prajurit Aceh yang gugur dalam pertempuran.

Baca Juga: Super Flu Ramai Disebut Masuk Indonesia, Ini Asal-usul Varian H3N2 yang Bikin Lonjakan Kasu

Usulan tersebut diterima, dan Malahayati dipercaya memimpin pasukan Inong Bale dengan pangkat Laksamana, menjadikannya laksamana perempuan pertama di dunia.

Pada 21 Juni 1599 M, Laksamana Malahayati memimpin pasukannya menghadapi armada Belanda yang berusaha memasuki wilayah Aceh.

Dalam pertempuran sengit tersebut, pimpinan armada Belanda, Cornelis de Houtman, tewas bersama sejumlah awaknya. Sementara itu, wakil pimpinan dan sisa pasukan Belanda berhasil ditangkap.

Perjuangan Malahayati berakhir pada tahun 1615 M saat ia gugur dalam pertempuran melawan Portugis yang dipimpin Alfonso de Castro di Teluk Krueng Raya. Ia kemudian dimakamkan di Desa Lamreh, Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Malahayati pada 9 November 2017.

Baca Juga: NRG Guru Belum Muncul di Info GTK? Ini Cara Cek NRG, Penjelasan Alur Penerbitan, dan Perkiraan Terbit NRG PPG 2025

Namanya juga diabadikan sebagai Kapal Republik Indonesia, KRI Malahayati, salah satu kapal perang jenis fregat milik TNI Angkatan Laut.

Kisah perjuangan Laksamana Malahayati menjadi bukti bahwa tanggung jawab menjaga kehormatan dan kemerdekaan bangsa tidak dibatasi oleh jenis kelamin.

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki peran dan kewajiban yang sama dalam mempertahankan kedaulatan negara dari segala bentuk ancaman.***

Tags:
Sejarah Sejarah Indonesia

Komentar Pengguna