Keboncinta.com-- Memilih mobil listrik tidak hanya soal desain, jarak tempuh, atau fitur teknologi. Bagi sebagian konsumen, ada satu hal lain yang mulai dipikirkan sejak awal, yaitu bagaimana harga mobil tersebut ketika nantinya dijual kembali.
Lantas, seberapa besar pengaruh merek terhadap resale value mobil listrik?
1. Reputasi Merek Membangun Kepercayaan
Merek yang sudah memiliki reputasi baik cenderung lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen. Ketika sebuah mobil listrik memasuki pasar bekas, calon pembeli biasanya tidak hanya melihat usia dan kondisi kendaraan, tetapi juga mempertimbangkan siapa produsennya.
2. Jaringan Servis Ikut Menentukan
Mobil listrik memang memiliki komponen berbeda dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, terutama pada sistem baterai dan motor listrik. Karena itu, keberadaan jaringan servis resmi menjadi pertimbangan penting.
3. Popularitas Memengaruhi Permintaan
Semakin banyak orang mengenal dan menggunakan suatu merek, semakin besar pula kemungkinan munculnya pasar sekundernya. Popularitas membuat calon pembeli lebih mudah menemukan informasi, komunitas pengguna, pengalaman pemilik, hingga referensi harga.
Namun, merek populer bukan berarti otomatis memiliki resale value tinggi. Kondisi baterai, usia kendaraan, kilometer, kelengkapan dokumen, fitur, dan harga mobil barunya tetap berpengaruh.